Gara-gara Banjir, 72.000 Ton Garam Hanyut dan Petani Rugi

Gara-gara Banjir, 72.000 Ton Garam Hanyut dan Petani Rugi

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2014 18:11 WIB
Gara-gara Banjir, 72.000 Ton Garam Hanyut dan Petani Rugi
Jakarta - Puluhan ribu garam siap panen milik petani hanyut gara-gara banjir yang menerjang sebagian kota/kabupaten di Pulau Jawa. Kerugian yang diderita petani garam cukup besar hingga miliaran rupiah.

"Sebanyak 72.000 ton garam hanyut karena banjir kemarin di Indramayu, Kudus, Cirebon, Pati, Demak," ungkap Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) Winarno Tohir saat berdiskusi dengan media di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Menurut Winarno, bila tiap kg harga garam lokal Rp 550, maka jumlah kerugian akibatnya hanyutnya garam karena banjir ditafsir mencapai Rp 38,5 miliar. Winarno mengatakan, banyaknya garam yang hanyut karena tidak adanya gudang penyimpanan garam yang dimiliki petani. Biasanya petani garam menumpuk begitu saja garam hasil panennya di bibir pantai dengan ditutupi terpal seadanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Garam-garam itu hanya diletakan di atas tanah dan ditutupi terpal. Kalau punya uang ya dikasih bambu dan diberikan genteng tetapi letaknya nggak jauh dari bibir pantai," tuturnya.

Sementara itu Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Riyanto Basuki mengakui, puluhan ribu ton garam hanyut karena banjir. Oleh sebab itu pemerintah mengklaim berkomitmen untuk membangun gudang penampungan garam.

Akan tetapi dengan keterbatasan dana yang dimiliki KKP, ia meminta institusi lain yang mengurusi garam yaitu Kementerian Perindustrian terlibat dalam pembangunan gudang penampungan garam sementara.

"Pembangunan gudang-gudang bisa jadi tanggung jawab KKP dan Perindustrian bisa lakukan hal tersebut. Tujuan utamanya bagaimana produk dari petani terpelihara. Perindustrian akan bangun juga tapi tingkatannya bagaimana. Dari KKP tahun ini ada ada beberapa termasuk program Pugar Rp 65 miliar. Dari jumlah itu kita alokasikan Rp 150-200 juta untuk pembangunan gudang," katanya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads