"Kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri untuk susu olahan dalam negeri saat ini sekitar 3,3 juta ton/tahun dengan pasokan bahan baku susu dari dalam negeri hanya 690.000 ton atau 21%. Sisanya sebesar 2,61 juta ton atau 79% masih diimpor dari negara lain," ungkap Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto saat menghadiri acara pembukaan pabrik baru PT Fontera Brands Manufacturing Indonesia di Hoteel Dharmawangsa, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (25/04/2014).
Susu yang diimpor biasanya dalam bentuk antara lain skim powder milk, anhydrous milk fat dan butter milk powder. "Pemasoknya dari berbagai negara mulai Amerika Serikat, Uni Eropa, Selandia Baru dan Australia," imbuhnya.
Menurut Panggah, masih kurangnya produksi susu segar di dalam negeri menjadi tantangan baru sekaligus peluang investasi industri peternakan sapi perah di Indonesia.
"Ini sekaligus tantangan bagi usaha peternakan sapi perah di dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan mutu susu sapi segar yang berdaya saing. Sehingga secara bertahap kebutuhan bahan baku susu untuk industri dapat dipenuhi di dalam negeri," cetusnya.
(wij/dnl)










































