Sebelumnya, Indonesia memakai acuan harga timah di London, Inggris untuk harga ekspornya. Menanggapi kebijakan Gita, Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji kebijakan Gita tersebut.
"Pak Gita mewajibkan perdagangan timah melalui bursa timah. Dua jempol untuk Pak Gita. Itu mempengaruhi kekuatan Indonesia di pasar timah," kata Dahlan usai rapim di Graha Mandiri, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Labanya Rp 500 miliar di 2013 sehingga manajemen PT Timah luar biasa," sebutnya.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Junaedi mengatakan, dengan memiliki bursa sendiri, Indonesia dapat menentukan harga ekspor timah di dunia. Membuat industri timah di Indonesia berkembang lebih baik.
"Produksi kita cukup besar, sehingga dengan punya bursa sendiri, Indonesia menjadi salah satu negara yang menentukan harga timah ekspor internasional," ucapnya.
Walau baru bursa timah baru 6 bulan, namun harga timah di bursa Indonesia jauh lebih tinggi. dibandingkan harga timah di London Metal Exchange (LME).
"Di LME (London Metal Exchange) harga timah saat ini US$ 22.000 per metric ton, sedangkan harga timah di BKDI jauh lebih bagus US$ 23.200 per metric ton," ungkap Junaedi.
Sebelum memiliki bursa sendiri, harga timah dari Indonesia sangat rendah dibandingkan harga internasional yang seharusnya.
"Karena bertahun-tahun lalu timah kita jual melalui perantara, sehingga ada aksi ambil untung yang dilakukan si perantara. Dengan ada bursa sendiri, saat ini si pembeli akan berhubungan langsung dengan si penjual," tutupnya.
(feb/dnl)











































