"Produksi baja di KS rasanya bisa dikatakan yang terbesar dari kapasitas saat ini di ASEAN," ungkap Menurut Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim usai RUPST PT Krakatau Steel di Hotel Kartika Chandra Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Kamis (27/03/2014).
Menurut Irvan setiap tahun emiten berkode KRAS ini memproduksi baja rata-rata lebih dari 3 juta ton. Jumlah itu diprediksi akan meningkat terus setiap tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah produksi baja tersebut, hanya 5-10% yang diekspor ke negara lain seperti ASEAN, Australia hingga Uni Eropa. Sementara sebagian besar atau 90% produk baja Krakatau Steel diserap pasar dalam negeri.
"Karena harus kita penuhi dulu (permintaan dalam negeri) ketimbang untuk ekspor. Dengan harapan industri hilir yang menggunakan produk Krakatau Steel bisa lebih kompetitif dan mereka yang melakukan ekspor," tuturnya.
Sedangkan bila dilihat secara keseluruhan, produksi baja Krakatau Steel hanya bisa diimbangi oleh negara Thailand. Sehingga ia percaya diri menyembut ekonomi bebas ASEAN yang akan berlaku tahun 2015 mendatang.
"Harus optimis Kata kuncinya ada di efisiensi dan kompetitif. (Pesaing) terdekat mungkin adalah Thailand. Kapasitasnya baja di sana itu 3,5 juta hingga 4 juta ton per tahun," jelasnya.
(wij/ang)











































