"Ekspor kita yaitu US$ 4,5 miliar untuk mobil sedangkan kita punya laut yang totalnya 5,8 juta km persegi dan hanya US$ 4,2 miliar ekspor ikan kita. Kita akan menjadi penguasa ekspor mobil terbesar di dunia. Janji," ungkap Lutfi saat membuka pameran Agrinex 2014 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat (27/03/2014).
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), Toyota Indonesia telah mengekspor kendaraan dan suku cadang dari Indonesia untuk 69 negara, dan berkontribusi 80% dari ekspor kendaraan Indonesia ke seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkiraan nilai impor kendaraan Toyota ke Indonesia pada 2016 adalah US$ 2,45 miliar. Jadi akan ada terhadap surplus perdagangan US$ 691 juta.
"Jadi sektor otomotif sumbangannya luar biasa. Kemarin bahkan kita ekspor sedan pertama kita untuk Timur Tengah. Indonesia sangat prospektif," imbuhnya.
Selain itu, penyerapan konsumsi sektor otomotif di Indonesia cukup besar. Hal ini didasari pertumbuhan golongan kelas menengah yang cukup besar.
"Kita punya 150 juta kelas menengah atau dengan pendapatan US$ 3.000 sampai US$ 5.000/tahun/kapita. Atau bisa membeli televisi kedua saat pendapatannya sampai ke US$ 3.000/tahun dan mobil pertama saat pendapatannya US$ 5.000/tahun. Pendapatan ini 3 kali lebih besar dari Filipina, 4 kali lebih besar dari Thailand, dan 5 kali lebih besar Vietnam," jelas Lutfi.
(wij/dnl)











































