Menteri Perindustrian (menperin) MS Hidayat menyayangkan belum terealisasinya investasi Foxconn. Hidayat menduga, Foxconn akan menunggu pemerintahan baru terbentuk, baru merealisasikan investasinya.
"Foxconn ketidakpastiannya masih cukup besar. Follow up-nya juga dia belum ada. Mungkin dia menunggu pemerintahan yang baru," kata Hidayat ditemui seusai menggunakan hak pilihnya di TPS 10, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting 4 sampai 5 produsen dalam negeri itu juga kami lindungi," tambahnya.
Ia menambahkan, ada satu produsen ponsel lagi yang merencanakan untuk berinvestasi di Indonesia. Sayangnya dia tidak menyebut lebih rinci mengenai rencana investasi tersebut. Pemerintah diakuinya akan mendorong industri dalam negeri terus tumbuh demi menekan impor ponsel yang mencapai 70 juta unit per tahun.
"Nilai impor kita tinggi, mau kita lakukan counter dengan cara menumbuhkan industri di Indonesia. Kalau itu dibiarkan dia akan terus beranjak, seperti olil and gas juga petrokimia," jelas Hidayat.
Seperti diketahui, rencana investasi Foxconn masih terkendala ketersediaan lahan dengan mitra lokal Kawasan Berikat Nusantara (KBN).
KBN belum menemui titik kesepakatan terkait perjanjian penggunaan lahan dengan produsen komponen iPad, iPhone, hingga BlackBerry tersebut.
"Saya nggak mau komentar. Sampai sekarang belum ada deal dengan Foxconn," kata Direktur Utama KBN Sattar Taba kemarin.
Sattar menjelaskan pihak Foxconn saat pertemuan hanya berminat menyewa lahan milik KBN seluas 100 hektar. Namun KBN menilai sistem sewa lahan tidak terlalu menguntungkan secara bisnis. KBN justru mengajukan sistem kepemilikan saham di dalam investasi Foxconn di Jakarta.
"Nggak menarik kalau sewa, saya mau masuk kelola. Kalau leasing harga kecil, kita 100 hektar cuma dapat Rp 100 miliar. Kalau sharholder kita dapat Rp 1 triliun. Itu kita bisa dapat per tahun," sebutnya.
(zul/rrd)











































