Dahlan: Aturan Mobil Murah Cepat Jadi, Kenapa Mobil Listrik Susah?

Nasib Mobil Listrik RI

Dahlan: Aturan Mobil Murah Cepat Jadi, Kenapa Mobil Listrik Susah?

- detikFinance
Selasa, 15 Apr 2014 11:19 WIB
Dahlan: Aturan Mobil Murah Cepat Jadi, Kenapa Mobil Listrik Susah?
Jakarta - Telah banyak anak bangsa yang bisa menciptakan mobil listrik, namun dukungan yang diberikan pemerintah minim. Bahkan izin atau lisensi untuk mobil listrik belum kunjung keluar. Akibatnya, proses industrialisasi mobil listrik karya anak bangsa kian terhambat.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai ada hal yang aneh terhadap perlakuan yang diberikan kepada pengembangan mobil listrik. Ia menyebut, justru regulasi di Indonesia memberi perlakukan istimewa kepada produksi mobil dari produsen asing yang berbahan bakar minyak, seperti mobil hybrid dan mobil murah (low cost green car/LCGC).

"Kenapa mobil murah dan hybrid peraturan cepat jadi? Kenapa mobil listrik susah?" kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Dahlan sejak awal mendukung pembiayaan dan pengembangan purwarupa atau prototype mobil listrik. Di antaranya dikembangkan ahli mobil listrik nasional yang tergabung di dalam pandawa putra petir.

Kekesalan Dahlan bertambah ketika ditanya wartawan, siapa yang bertanggungjawab menangani pengembangan dan pengujian mobil listrik. "Kendalanya nggak ada yang bisa putuskan mau diapakan. Peraturan nggak disiapkan sehingga cenderung menyamakan sapi dan kerbau," sebutnya.

Saat ini, sertifikasi mobil listrik di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), perlakukan mobil listrik karya anak bangsa diperlakukan sama dengan pengujian mobil biasa. Padahal secara konsep dan teknologi, mobil listrik jauh berbeda dengan mobil biasa. Karena mobil listrik dirancang untuk kebutuhan masa depan.

"Peraturan untuk kerbau jangan ke sapi. Itu peraturan nggak jelas. Ini dipaksakan peraturan kerbau harus dilaksanakan untuk sapi," tegasnya.

Jika tak ada titik terang terhadap nasib mobil listrik di tanah air. Dahlan bersama tim mobil listriknya berencana mengekspor atau memproduksi kendaraan masa depan ini di luar negeri.

"Mau ekspor siapa tahu diterima di luar negeri. Kalau di Indonesia nggak berkembang, kita ekspor atau produksi di luar negeri," sebutnya.

(feb/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads