LCGC 'Minum' Premium, Hatta: Bukan Green Car Namanya

LCGC 'Minum' Premium, Hatta: Bukan Green Car Namanya

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2014 14:22 WIB
LCGC Minum Premium, Hatta: Bukan Green Car Namanya
Jakarta - Pemerintah masih mencari cara untuk melarang konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Mobil tersebut memang diharapkan tidak mengonsumsi BBM bersubsidi.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan LCGC diproduksi dengan catatan tidak 'minum' BBM bersubsidi seperti premium. Ini karena premium memang tidak tergolong green.

"Kalau green car, ya nggak boleh pakai premium. Premium sendiri tidak ramah lingkungan, jadi bukan green car namanya," ujar Hatta di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (21/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Premium memiliki Research Octane Number (RON) yang rendah, yaitu 88. Tidak lebih ramah lingkungan dibandingkan pertamax yang RON 92.

Menurut Hatta, beberapa negara sudah tidak lagi menggunakan premium karena dianggap tidak ramah lingkungan. "Octane number rendah di negara-negara tertentu sudah tidak digunakan," sebutnya.

Pemerintah telah mematok kuota konsumsi BBM subsidi untuk tahun ini sebanyak 48 juta kiloliter (KL). "Kalau konsumsi bisa dikendalikan, maka bisa kurangi subsidinya," kata Hatta.

Β 
(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads