Perempuan-perempuan ini berjalan memamerkan busana bak model professional yang berjalan di atas catwalk. Busana yang mereka kenakan pun hasil keringat sendiri.
"Kita yang jahit, mencetak sendiri batiknya," kata Selvi, salah seorang napi cantik yang berasal dari Manado kepada detikFinance di acara Pameran Hasil Lapas di Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/4/2014).
Selvi yang juga memiliki keterampilan mendesain busana ini enggan menceritakan kasus yang menerpanya sampai dia terjerat di jeruji besi.
Para warga binaan Lapas Wanita Tangerang ini tampak sangat antusias memperagakan busana hasil karya mereka. Selama sekitar 10 menit mereka memamerkannya di depan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Handoyo Sudrajat, dan para tamu undangan lainnya.
Setelah selesai melakukan peragaan busananya, mereka tampak girang dan berlarian ke belakang panggung. Mereka bersorak, seolah hanya ini tampat bagi mereka untuk menyalurkan bakat.
"Ke acara-acara nggak pernah, paling hanya di lapas aja. Batiknya pun dipasarkan di lapas saja," kata Selvi.
Sementara itu, Sri, pembimbing para napi di Lapas Wanita Tangerang, mengatakan kasus yang menjerat para napi di Lapas Wanita Tangerang ini bermacam-macam. Masa tahanannya pun variatif. "Namun paling banyak sih narkoba," ujarnya.
(zul/hds)











































