80% Produk Game di Indonesia Masih Diimpor

80% Produk Game di Indonesia Masih Diimpor

- detikFinance
Rabu, 23 Apr 2014 15:30 WIB
80% Produk Game di Indonesia Masih Diimpor
Ilustrasi Foto: Software game impor
Jakarta - Indonesia masih ketergantungan impor produk berbasis software (perangkat lunak) seperti game, aplikasi seluler dan lainnya. Bahkan 80% software dalam bentuk produk game di Indonesia masih harus diimpor dari negara lain.

Hal ini diakui oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu saat ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (23/04/2014).

"Game, 80% masih impor," ungkap Mari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan game, produksi layanan e-book dalam negeri justru berkembang cukup pesat. Menurut Mari 70% produk e-book di pasaran Indonesia adalah buatan anak bangsa.

"Contoh yang sudah berhasil e-book, 70% dari pasar e-book di Indonesia itu domestik karena memang ada keharusan sekolah harus punya digital book dan sebagainya. Jadi pasarnya berkembang karena harus mengisi itu dan menurut teman-teman di e-book mereka merasa sangat bisa bersaing," tuturnya.

Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan produksi industri berbasis teknologi. Cara yang sudah dilakukan adalah bekerjasama dengan dua negara yang kemajuan teknologinya cukup pesat yaitu Korea dan Jepang.

"Soal pengembangan industri kreatif berbasis IT? Itu PR (pekerjaan rumah) yang diberikan presiden ke saya waktu awal jadi menparekraf. Yang dimaksud adalah yang berbasis IT bisa mobile app, penggunaan sosial media dan produknya sendiri yang gunakan IT termasuk juga film dan animasi," ujarnya.

"Kita sudah kerjasama dengan Jepang dan Korea yang sudah agak maju Jepang sudah ada beberapa kerjasama di film animasi dan game. Kita cukup berhasil di game ada beberapa game indonesia yang sudah go global," jelasnya.

(wij/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads