"16% dari produksi minyak sawit dunia sekarang bersertifikat RSPO. Kapasitas produksi minyak sawit berkelanjutan bersertikat RSPO berasal dari Indonesia," ungkap Sekjen RSPO Darrel Webber saat berdiskusi dengan media di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (24/04/2014).
Menurut data RSPO Indonesia, perkiraan produksi tahunan minyak sawit berkelanjutan bersertifikat RSPO dunia saat ini mencapai 9,7 juta ton tersebar di 1,97 juta hektar lahan area produksi bersertifikat RSPO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memproduksi minyak sawit bersertifikat RSPO, Indonesia adalah negara kedua sebagai negara konsumen minyak sawit bersertifikat RSPO kedua terbesar setelah India.
Menurut data RSPO Indonesia saat ini ada 109 anggota RSPO di Indonesia, di mana antara lain angka mayoritas tercatat sebanyak 54 anggota berasal dari perkebunan kelapa sawit dan juga 28 anggota berasal dari pengolah dan pedagang minyak sawit.
"Indonesia adalah negara besar yang memproduksi, memproses sekaligus pengguna palm oil yang bersertifikat RSPO," imbuhnya.
Selain itu labelisasi RSPO turut memudahkan proses ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa. Setidaknya ada 8 negara di Uni Eropa yang berkomitmen menetapkan penggunaan minyak sawit berkelanjutan bersertifikat RSPO.
"Banyak negara di Uni Eropa yang mengharuskan mencantumkan RSPO. Banyak negara mempunyai komitmen RSPO setidaknya ada 8 negara seperti Prancis, Belgia, Denmark, United Kingdom (Inggris) dan Swedia. Amerika Serikat juga men-support RSPO," jelasnya.
(wij/hen)










































