Ini Daftar Perusahaan Benang yang Berpotensi PHK Karyawan

Ini Daftar Perusahaan Benang yang Berpotensi PHK Karyawan

- detikFinance
Kamis, 24 Apr 2014 19:05 WIB
Ini Daftar Perusahaan Benang yang Berpotensi PHK Karyawan
Jakarta - Beberapa perusahaan pemintalan, serat, benang dan bahan tekstil lainnya bakal paling terpukul kenaikan tarif listrik untuk industri mulai 1 Mei 2014. Beberapa dari mereka berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya, bahkan menutup usahanya.

Sekretaris Jenderal Indonesian Synthetic Fiber Maker Association Redma Gita Wiraswasta mengatakan yang terkena dampak paling besar dari kenaikan tarif listrik ini adalah industri golongan I3 dan I4. Di sektor industri fiber, terdapat 5 dari 8 industri yang terpengaruh.

"Ada 2 perusahaan I4 dan 3 perusahaan I3 Tbk (terbuka)," kata Redma kepada detikFinance, Kamis (24/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak lima perusahaan tersebut menguasai 80% total produksi serat fiber dan polyester nasional. Sehingga jika sampai tutup atau berhenti beroperasi, maka dipastikan angka impor fiber akan melonjak tajam.

Untuk perusahaan golongan I4 disebutkan Redma adalah perusahaan berskala besar yaitu PT Indorama Synthetic dan PT Asia Pasific Fibers.

"Yang I3 adalah PT Tifico Fiber Indonesia Tbk, Panasia Indosyntec Tbk dan PT Polychem Indonesia Tbk. Itu semua total produksinya 80% dari kapasitas produksi nasional," katanya.

Perusahaan-perusahaan tersebut berlokasi di Tangerang, Bandung, Karawang, Purwakarta di Jawa Barat dan Kendal di Jawa Tengah.

Menurut Redma, sedangkan untuk sektor industri pemintalan, yang terkena dampaknya ada sekitar 8 perusahaan dari total lebih dari 100 perusahaan.

"Contohnya seperti PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Aspac, PT Argo Pantes Tbk, itu yang besar-besar. Pasti akan pengaruhi pasar," tutupnya.

Rencananya kenaikan tarif listrik tersebut dilakukan secara bertahap selama dua bulan sekali sampai Desember 2014. Total kenaikan tarif untuk golongan I-3 mencapai 38,9% dan untuk I-4 adalah 64,7%.

Golongan I-3 merupakan industri menengah yang memiliki tegangan menengah dengan daya di atas 200 kVA. Golongan I-4 merupkan industri besar dengan tegangan tinggi dengan daya 30.000 kVA ke atas.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads