Pencet Tombol, Mobil Listrik Keluar Bak Keripik Kentang

Balada Mobil Listrik China (3)

Pencet Tombol, Mobil Listrik Keluar Bak Keripik Kentang

- detikFinance
Senin, 28 Apr 2014 14:17 WIB
Pencet Tombol, Mobil Listrik Keluar Bak Keripik Kentang
foto: sapidaily.com
Jakarta - Meski jumlahnya masih jauh dari harapan, pelan tapi pasti masyarakat China mulai akrab dengan mobil listrik. Bisnis yang terkait dengan mobil listrik pun menggeliat.

Salah satu bisnis unik yang terkait dengan mobil listrik dilakukan oleh Kandi Technologies, salah satu produsen mobil listrik di China. Perusahaan ini menyajikan layanan berbagi mobil listrik yang unik.

Konsepnya seperti mesin minuman. Dengan hanya beberapa pencetan tombol di sebuah 'mesin' raksasa berbentuk seperti gedung bertingkat, pelanggan bisa langsung mengeluarkan mobil listrik dan menyewanya. Seperti mesin keripik kentang atau minuman botol di tempat-tempat umum itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layanan ini pernah didokumentasikan oleh Aaron Rockett, seorang pembuat film dokumenter profesional. Dia bilang, mobil bisa disewa seharga US$ 3,25 atau sekitar Rp 32.500 per jam. Meski mobilnya mungil, ia sudah dilengkapi pendingin udara yang nyaman.

Kepada Huffington Post, Rockett mengatakan mobil itu dilihatnya tiga tahun lalu. Dia yakin, model layanan seperti itu bakal menjadi bisnis besar di China. Bisnis ini pun dinilainya bisa jadi solusi di tengah sulitnya mendapatkan plat nomor di sana serta tersedianya alternatif untuk menikmati mobil listrik tanpa perlu membeli.

China sendiri sedang fokus memerangi polusi udara sebagai dampak dari industrialisasi. China telah bangkit menjadi salah satu negeri yang ekonominya terbesar di dunia. Tapi efek negatifnya, konsumsi energi di China begitu tinggi. Sebanyak 70 persen sumber energi yang menggerakkan industri di China adalah batubara. Setiap ton batubara yang dibakar memproduksi lebih dari satu ton polutan, termasuk karbon dioksida, sulfur dioksida, merkuri, dan sebagainya.

Kemajuan ekonomi China juga membangkitkan kelas menengah yang tingkat konsumsinya tinggi. Mereka getol membeli televisi, mesin cuci, penyejuk udara, kulkas, pemanas udara, rumah yang lebih besar, dan mobil. Kini China adalah pasar mobil terbesar di dunia dengan 20 juta unit mobil laku terjual pada 2013 saja. Emisi dari industri dan kendaraan bermotor membuat polusi udara di China begitu tinggi.

Tapi sejumlah media meragukan kemampuan China berkejaran dengan polusi yang makin menggila. Khususnya dalam kebijakan mobil listrik.

Bloomberg Businessweek misalnya, menilai China takkan bisa memenuhi targetnya memiliki 5 juta mobil listrik atau yang berbahan bakar alternatif, di jalanan pada 2020. Selain harga mobil itu sangat mahal, ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar listrik pun belum memadai.

Tapi Tesla, produsen mobil listrik premium di China, masih optimistis. CEO Tesla, Elon Musk, menyatakan bahwa penjualan mobil listrik di China bisa menyamai pasar Amerika Serikat, bahkan bisa lebih besar. Tesla bahkan berencana membangun pabriknya di China.

Akankah kehadiran mobil listrik ini menggerus bisnis Kandi? Rockett tak yakin. Dia bilang selama mobil listrik masih sangat mahal, selama itu pulalah bisnis Kandi tetap berdenyut.



(DES/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads