Target Akhir Pemerintah: 2,5% Penduduk RI Jadi Wirausahawan

Target Akhir Pemerintah: 2,5% Penduduk RI Jadi Wirausahawan

- detikFinance
Kamis, 01 Mei 2014 15:37 WIB
Target Akhir Pemerintah: 2,5% Penduduk RI Jadi Wirausahawan
Jakarta - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) terus mendorong jumlah pengusaha atau wirausaha di tanah air. Hingga akhir periode Kabinet Indonesia Bersatu jilid II (KIB II), ditargetkan jumlah wirausahawan dapat mencapai 2,5% dari total penduduk Indonesia.

Asisten Deputi Urusan Perdagangan Dalam Negeri Kementerian UKM Ahmad Husein mengatakan, untuk dapat mencapai target tersebut, kementerian KUKM terus melakukan pelatihan dan pembinaan kepada calon-calon wirausahawan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

"Kami dari Kementerian Koperasi punya program untuk pengembangan wirausaha baru, kita dididk anak muda, mahasiswa untuk berwirausaha. Target kita meningkatkan mencapai 2-2,5% bisa dicapai sampai akihir kabinet ini," kata Husein saat ditemui di gerai Carrefour MT Haryono, Jakarta, Kamis (1/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun pelatihan dan pembinaan yang dilakukan meliputi hal-hal dasar yang diperlukan, agar UMKM yang dikembangkan mampu memiliki daya saing dan ketahanan di tengah ketatnya persaingan bisnis jelang ASEAN Economy Community (AEC).

"Pelatihannya kita berikan menyeluruh dari mulai cara mendirikan usahanya, pembenahan kualitas produk, bagaimana cara pengemasan, higienis dan sebagainya. Kita bahkan memberikan program magang. Kita minta usaha besar untuk memberi kesempatan anak muda yang kita latih untuk magang di tempat dia untuk belajar bagaimana membesarkan bisnisnya," papar dia.

Kemnterian KUKM pun juga memberi bantuan permodalan. "Kalau dianggap sudah matang, kita bahkan juga kasih bantuan permodalan. Jumlahnya disesuaikan dengan proposal bisnis mereka. Jadi diharapkan UMKM ini bisa berkembang, bisa bertahan," tadasnya

Tak berhenti sampai di situ, pihaknya pun memberikan berbagai bantuan dan pembinaan dalam hal pemasaran produk.

"Dari kementerian KUKM, ada namanya Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha. Di situ ada program untuk bantu untuk pemasarannya, kita ajak mereka untuk pameran-pameran di dalam negeri. Kalau basis pasar mereka di dalam negeri sudah kuat, kita akan ikutkan mereka ke pameran-pameran luar negeri. Diharapkan mendapatkan buyer di luar negeri supaya bisa berkelanjutan dan mereka bisa ekspor produknya," jelas Husein.

Sementara, bagi UKM yang belum menjadi binaan Kementerian KUKM, Husein punya jawabannya.

"Datang saja ke kantor Dinas UKM dan Koperasi di seluruh Indonesia. Itu (proposal usaha) didaftarkan di sana. Nanti akan diseleksi dan akan diberikan pembinaan," tandasnya.

Menurut data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, saat ini jumlah pengusaha atau wirausahawan di Indonesia baru mencapai angka 1,58% dari keseluruhan populasi. Angka tersebut masih cukup minim mengingat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dibutuhkan sekurang-kurangnya 4% masyarakat yang memiliki profesi sebagai pengusaha.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads