Menurut Dahlan, jika Indonesia bisa memulai industri mobil listrik dalam waktu dekat, maka mobil listrik keluaran Indonesia bisa berkompetisi di dunia di masa mendatang.
"Mobil listrik sulit sekali, peraturannya pun belum ada. Padahal itu kesempatan kita marathon dengan negara lain, karena sama-sama start," kata Dahlan di acara Peresmian Lembaga Riset Mandiri Institute di Hotel Four Seasons, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (12/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi bendera kita tidak dikibarkan, sehingga suatu saat kita akan ketinggalan lagi," tambah Dahlan.
Selain regulasi dan perizinan, kendala lainnya soal infrastruktur pengisian energi atau stasiun umum pengisian listrik untuk mobil listrik. Namun jika ada pihak yang menanyakan soal masalah tersebut, Dahlan menyebut pertanyaan itu sudah tak relevan lagi.
"Itu pertanyaan yang kuno," katanya.
Ia beralasan, konsumen mobil listrik di dunia umumnya mengisi listrik mobilnya di rumahnya, bukan tempat pengisian umum.
"Karena dari hasil riset, 95% pemilik mobil listrik itu menge-charge di rumah. 5% lagi di pinggir jalan, kantor, kafe dan lain-lain, di pinggir jalan," katanya.
(zul/hen)











































