2 Maskapai Ini Disebut Sebagai Calon Investor Baru TigerAir Mandala

2 Maskapai Ini Disebut Sebagai Calon Investor Baru TigerAir Mandala

- detikFinance
Rabu, 14 Mei 2014 11:19 WIB
2 Maskapai Ini Disebut Sebagai Calon Investor Baru TigerAir Mandala
Jakarta - Kabar maskapai TigerAir Mandala akan diakuisisi oleh maskapai penerbangan lain sempat santer jadi bahan pembicaraan. Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan ada dua maskapai penerbangan yang tengah melakukan kajian terhadap TigerAir Mandala.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murdjatmodjo menuturkandua maskapai tersebut antaralain Citilink dan AirAsia.

"Mandala katanya lagi goyang, mereka sedang mencari investor. Sudah ada 2 posisi investor, Citilink sama Indonesia AirAsia. Finalnya belum tahu karena mereka belum lapor ke kita," kata Djoko kepada detikFinance saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (13/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di sisi lain, Citilink pun dikabarkan akan menjual sahamnya maksimum 40%. Djoko mengatakan, ini merupakan suatu bentuk skema bisnis sebuah perusahaan.

"Itu skema bisnisnya, bisa juga dia jual saham 40%, hasilnya dipakai untuk membeli saham itu (Mandala) kan bisa, skema bisnis kan bisa macam-macam," jelasnya.

Pihak TigerAir Mandala sudah melaporkan ke Menteri Perhubungan EE Mangindaan tentang rencananya untuk mencari investor. Namun lebih jauhnya, maskapai itu belum melapor ke Ditjen Perhubungan Udara untuk hal yang lebih teknis.

"Mereka lapor ke Menteri, dan Mandala sudah lapor. Setelah itu dia proses, setelah selesai, dia nanti datang lapor ke kita, nanti kita untuk revisi surat izin usaha penerbangannya (SIUP), karena di dalam SIUP itu ada pemegang sahamnya," katanya.

Sejak ditutup pada Januari 2010, PT Mandala Airlines kembali terbang di 2012 setelah sepertiga sahamnya dibeli Tiger Air atau sekitar 35,8%.

Tiger Air menggandeng perusahaan investasi milik Sandiaga Uno yaitu Saratoga yang menguasai 51% saham Tigerair Mandala. Bulan lalu, Tigerair Mandala menutup dan mengurangi beberapa rute sehingga mengurangi 40% dari kegiatan operasinya.

(zul/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads