Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Mudrjatmodjo menuturkan, kelima maskapai tersebut ialah Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, Indonesia AirAsia dan Sky Aviation.
"Sesuai dengan rencana awal, itu sudah ada 4 peminat tadinya Lion Garuda, Indonesia AirAsia, dan Citilink. Yang paling minat Citilink," kata Djoko saat ditemui detikFinance di kantornya, Selasa (13/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain Citilink, Sky Aviation juga ingin beroperasi kembali di Halim. Cuma Sky Aviation ini sekarang sedang intensif dengan investor nih, nanti kalau sudah tetap nanti dia akan konsentrasi," kata Djoko.
Karena hanya Citilink yang mengoperasikan sebagian rutenya di Halim, maka anak usaha Garuda Indonesia tersebut mendapatkan kesempatan untuk membuka rute-rute baru. Pasalnya, slot yang tadinya diperuntukkan bagi maskapai lain tidak terpakai.
Tapi Djoko menjelaskan, hal tersebut dimungkinkan asal tidak menganggu jadwal penerbangan yang sudah ada, seperti jadwal penerbangan VIP, charter, latihan penerbangan dan militer. Halim memiliki slot 74 slot penerbangan, take off dan landing selama 24 jam.
"Jadi kita dengan kesepakatan memanfaatkan sisanya berapa, jangan sampai menganggu operasionalnya Halim," jelasnya.
(zul/ang)











































