Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan di Indonesia industri rokok memiliki banyak keterkaitan satu sama lain. Mulai dari hulu hingga ke hilir, dari bahan baku hingga ke tingkat penjualan eceran.
"Ada suatu komunitas industri rokok yang besar menengah dan ratusan kecil itu linkage dengan suplai tembakau, jadi harus hati-hati, Kalau penutupan sekarang, itu rentetannya ke suplai seperti sekarang," kata Hidayat usai membuka pameran makanan dan minuman di plasa Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (20/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan lupa, yang jadi problem saya industri rokok dan keterkaitannya, ada 6 juta orang lebih, itu yang kita mau selamatkan. Industri rokoknya sendiri 600.000 orang, tapi begitu dia jadi produk, keterkaitan jadi besar, kita hitung sampai 6 juta," tambahnya.
Data yang didapat detikFinance dari Kementerian Perindustrian menunjukkan rincian yang terkait industri rokok:
- Petani tembakau mencapai kurang lebih 2 juta orang.
- Petani cengkeh mencapai kurang lebih 1,5 juta orang.
- Tenaga kerja di pabrik rokok mencapai kurang lebih 600.000 orang.
- Pengecer rokok dan pedagang asongan mencapai kurang lebih 1 juta orang.
- Tenaga kerja percetakan, periklanan, pengangkut dan jasa transportasi mencapai kurang lebih 1 juta orang.










































