BUMN Ini Mampu Buat Alat Pencatat Riwayat Kesehatan Paling Aman

BUMN Ini Mampu Buat Alat Pencatat Riwayat Kesehatan Paling Aman

- detikFinance
Rabu, 21 Mei 2014 18:08 WIB
BUMN Ini Mampu Buat Alat Pencatat Riwayat Kesehatan Paling Aman
Jakarta -

BUMN bidang informasi dan teknologi (IT), PT INTI (Persero) terus melakukan inovasi, salah satunya membuat sistem I-Smart Clinic. Sistem ini merupakan sistem informasi terpadu yang mencatat riwayat kesehatan seseorang dengan lengkap dan aman.

Direktur Utama PT INTI Tikno Sutisna mengungkapkan, riwayat hidup khususnya riwayat kesehatan sangat penting dan hanya boleh dibaca oleh dokter. Namun bagaimana jika riwayat kesehatan orang penting di Indonesia mudah dibaca oleh orang lain termasuk oleh pihak asing.

"Misalnya saja, seorang calon prajurit TNI sebelum masuk dites kesehatannya, bagaimana kondisinya, ada sakit apa, termasuk pimpinan-pimpinan TNI kondisi kesehatannya bagaimana, jika riwayat kesehatan ini dapat dengan mudah dibaca oleh negara lain, ini tentu mengkhawatirkan sekali," ucap Tikno kepada detikFinance, di Gedung DPR, Selasa (20/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekhawatiran Tikno ini beralasan, asuransi kesehatan para prajurit TNI dan Polri akan diserahkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sementara itu, pengelolaan riwayat kesehatan masih dikelola oleh pihak lain.

"Makanya kami berpikir keras dan berhasil membuat yang namanya I-Smart Clinic. Itu kan riwayat kesehatan harus dirahasiakan, Anda bisa kebayang kalau riwayat kesehatan angkatan bersenjata kita baik darat, udara dan laut, diketahui oleh negara lain, bisa dengan mudah wah ini profil kesehatannya ternyata rapuh," ungkapnya.

Tikno menjelaskan, I-Smart Clinic merupakan sistem informasi terpadu kesehatan. Sistem ini dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan layanan seperti klinik, praktik dokter umum maupun Puskemas.

"I-Smart ini memiliki sistem pengelolaan data member menggunakan smart card, managing data pasien, interface instrument pemeriksaan, pengiriman rujukan dari layanan primer ke layanan sekunder menggunakan email dan banyak lagi kegunaannya," katanya.

Ia menambahkan, I-Smart Clinic ini sudah jadi dan sudah dapat digunakan. Perangkat lunak dibuat sendiri oleh PT INTI bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), Kimia Farma dan institusi lainnya.

"I-Smart Clinic ini akan kami tawarkan ke TNI," tutupnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads