Demi pasokan 11 juta kuintal tebu dari para petani dalam musim giling tahun ini, unit usaha PTPN X, Pabrik Gula Gempol Krep di Mojokerto mengalokasikan kredit bagi petani tebu hingga Rp 150 miliar. Kredit tersebut dialokasikan kepada ribuan petani tebu yang tergabung dalam 33 Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) di Mojokerto, Jombang, dan Lamongan.
Humas PG Gempol Krep, Samsu P menjelaskan, kredit dialokasikan kepada para petani tebu yang sudah memiliki kontrak dengan PG. Per orang mendapat pinjaman Rp 7,5-12 juta per hektar lahan yang ditanami tebu. Sedangkan luas keseluruhan lahan petani tebu PG Gempol Krep yang tersebar di 3 kabupaten mencapai 13 ribu hektar.
"Kredit kita cairkan pada musim tanam 2013 sebagai dana untuk pengadaan bibit, biaya tanam, perawatan, pupuk, hingga tebang. Dengan bunga 7% setahun, petani diharapkan bisa mengembalikan kredit pasca musim giling tahun ini," jelas Samsu saat dihubungi detikFinance, Minggu (25/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target ini meningkat dibandingkan realisasi musim giling 2013. Tahun lalu, perusahaan ini mendapatkan pasokan tebu sebanyak 10,868 juta kuintal dengan kapasitas giling harian 65 ribu kuintal. Pasokan tebu itu sebagian berasal dari Malang, Jepara dan Rembang.
"Tahun lalu rendemen hanya 7,22%, sehingga gula kristal yang dihasilkan 78,5 ribu ton. Saat itu karena cuaca ekstrem, bulan delapan (Agustus) waktunya tebang malah turun hujan. Tahun ini cenderung bagus tapi masih ada hujan. Mudah-mudahan curah hujan tidak terlalu tinggi," papar Samsu.
Dengan meningkatnya rendemen tebu dan pasokan dari petani, Samsu berharap keuntungan petani dan PG juga meningkat. Untuk rendemen tebu 6%, Perhitungan Bagi Hasil Efektif (PBHE) adalah 66% gula kristal untuk petani, sedangkan 34% sisanya untuk PG selaku penyedia jasa giling.
"Kemudian 2% rendemen sisanya petani mendapatkan 70%. Sehingga dengan rendemen tebu 8%, maka per kuintal tebu yang digiling petani mendapatkan 5,36 kg gula kristal," jelasnya.
Selain dua faktor di atas, keuntungan petani tebu juga dipengaruhi oleh harga gula. Menurut Samsu, harga gula tahun ini hanya Rp 8.160 per kg. Harga tersebut masih dibawah harga dasar yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu Rp 8.250 per kg.
"Harapan kami harga gula saat lelang nanti bisa diatas Rp 8.500 per kg. Kalau Rp 8.500 kita hanya balik modal, apalagi dibawahnya, kita dan petani malah merugi," ungkapnya.











































