"Jepang, dulu negara tersebut investasi di Indonesia agar bisa bertahan, produksi barangnya di sini kemudian mereka bawa ke negaranya, begitu juga yang dilakukan oleh China, Amerika Serikat dan lainnya yang investasi di Indonesia," ucap Lutfi di Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin (26/5/2014).
Lutfi mengungkapkan, seiring perjalanan waktu dengan melihat pertumbuhan Indonesia, luasnya Indonesia, kelas menengah Indonesia yang terus tumbuh, negara-negara tersebut harus menjadikan Indonesia basis produksi.
"Dulu 2010 Jepang hanya investasi US$ 750 juta, saya balik dari sana saat ini Jepang sudah menaikkan investasinya berlipat-lipat hingga US$ 4,7 miliar," ucapnya.
Salah satu yang digenjot Jepang saat ini ialah produksi mobil, hampir semua pabrikan mobil Jepang meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia.
"Suzuki naikkan kapasitas produksinya dua kali lebih besar, Daihatsu kapasitas produksi lebih besar daripada yang ada di Jepang, Toyota, Honda dan lainnya naikkan kapasitas pabriknya di Indonesia lebih besar lagi," ungkapnya.
Lutfi menargetkan pada 2016 nanti Indonesia akan menjadi salah satu negara produsen mobil paling besar dan paling banyak mengekspor mobil.
"Saat ini nilai ekspor otomotif kita sekitar US$ 4,5 miliar, tapi 2016 nanti otomotif akan menjadi dua komoditas ekspor paling penting bagi Indonesia setelah CPO (crude palm oil) yakni nilainya mencapai US$ 10 miliar lebih," tutupnya.
(rrd/hen)











































