Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan pihaknya sudah berkali-kali bertemu pihak Foxconn, namun Budi tak mengetahui kenapa alasan Foxconn belum juga merealisasikan investasinya di Indonesia.
Sempat disebut-sebut persoalan keterdiaan lahan menjadi penyebabnya. Foxconn sempat menandatangani LoI dengan Pemda DKI Jakarta terkait pembangunan pabriknya di Ibu Kota.
"Semua orang di-deal sama dia, kita saja sudah ketemu rutin tiap bulan, bolak balik, tapi belum jadi-jadi juga," ucap Budi, Senin (16/6/2014).
Ia mengungkapkan, bahkan pihaknya sudah membawa rombongan perusahaan lokal ke Taiwan untuk dapat menjalin kerjasama bisnis langsung dengan Foxconn.
"Kita bawa rombongan delegasi merek-merek terkenal di Indonesia, mulai dari Modern Grup, Cosmos, Polytron dan banyak lagi, saya bawa ke sana, biar mereka deal, tapi ya nggak deal-deal juga," ucap Budi.
Menurutnya, dengan membawa delegasi perusahaan besar di Indonesia, harapannya bisa membuat Foxconn lebih mudah dalam berinvestasi di Indonesia, sehingga tidak perlu lagi bingung mencari rekan kerja di Indonesia, termasuk soal lahan.
"Foxconn itu kan tidak punya merek, dia membuatkan ponsel milik orang lain, buat iPad, buat Samsung dan lainnya, nah ini kita bawa perusahaan top di Indonesia biar Foxconn bisa buatkan produknya Polytron, Cosmos dan sebagainya, tapi ya nggak tahu kenapa belum terealisasi, namanya bisnis ya masing-masing ada hitungannya," ucap Budi.
Budi menegaskan, pemerintah tidak akan terlalu mengharap banyak terhadap Foxconn, jika tidak jadi investasi di Indonesia, pemerintah bisa menarik investor lainnya.
"Foxconn memang besar, tapi masak kita bergantung sama satu investor saja, nggak kan, makanya kita mulai dari Polytron, Axioo, EverCross dan Smartfren mereka buat pabriknya di Indonesia, lama-lama perusahaan lain juga ikut buat dan jadi besar juga," tutupnya.
(rrd/hen)











































