Hidayat khawatir, kenaikan tarif listrik yang sudah dan akan berlaku nanti bisa menurunkan daya saing produk-produk yang dihasilkan industri dalam negeri.
"Saya tidak mengharapkan begitu (produktivitas turun), terutama terkait daya saing, saya takut akan berpengaruh terhadap daya saing," kata Hidayat ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2014).
Menurut Hidayat, demi kelangsungan usaha, industri dalam negeri harus melakukan efisiensi. Namun dia menegaskan, efisiensi di sini bukanlah mekanisasi (peningkatan penggunaan mesin) atau pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Saya berharap pengusaha bisa mencari efisiensi di sektor lain, profit marginnya sedikit dikurangi sambil kami mencoba membuat efisiensi cost di tempat yg lain. Efisiensi di luar layoff (PHK)," papar Hidayat.
(zul/dnl)











































