Ini Pekerjaan Rumah Bidang Industri Kecil untuk Pemerintahan Baru

Ini Pekerjaan Rumah Bidang Industri Kecil untuk Pemerintahan Baru

- detikFinance
Selasa, 17 Jun 2014 12:26 WIB
Ini Pekerjaan Rumah Bidang Industri Kecil untuk Pemerintahan Baru
Jakarta - Industri Kecil dan Menengah (IKM) disebut-sebut sebagai motor penggerak perekonomian Indonesia. Namun ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintahan baru.

Direktur IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengungkapkan ada beberapa permasalahan di sektor IKM. Pertama, yang harus dilakukan adalah menjamin pasokan bahan baku untuk IKM. Euis mengharapkan, bahan baku dari produksi IKM tak perlu lagi impor, sehingga nilai tambah makin besar di dalam negeri.

"Jadi manfaatkan potensi daerah. Pemerintah nanti harus bisa memetakan di mana ada potensi, bagaimana supaya bahan baku harus terjaga," kata Euis di acara Pameran Sumatera Barat Food and Craft, di kantor Kementerian Perindusterian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (17/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, Euis menegaskan pentingnya kelancaran arus logistik atau distribusi barang. Penurunan biaya logistik perlu secepatnya dilakukan untuk menjamin arus pengiriman barang tepat waktu dengan biaya rendah. Sehingga produk IKM bisa berdaya saing dengan produk impor.

"Perlu difasilitasi, bagaimana kebutuhan transportasi, pengangkutannya, penyetokan barangnya. Supaya bahannya tidak hilang tidak kececer," harap Euis.

Ketiga, persoalan akses perbankan. Saat ini masih banyak IKM yang masih non bankable, atau kesulitan mendapatkan pendanaan dari perbankan.

"Mereka juga agar bisa nabung, jadi bukan cuma untuk butuh duit saja," tambahnya.

Hari ini, Kementerian Perindustrian menggelar pameran Sumatera Barat Food and Craft ke VII di kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta.

Pameran yang diikuti oleh 46 IKM dari Sumatera Barat ini diselenggarakan sejak 17-20 Juni 2014. Produk yang dijual diantaranya adalah produk kerajinan, pakaian dan makanan khas Tanah Minang.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads