Niat Bangun Smelter dan Pabrik Mobil di Indonesia, Pengusaha Jepang Temui CT

Niat Bangun Smelter dan Pabrik Mobil di Indonesia, Pengusaha Jepang Temui CT

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 17:00 WIB
Niat Bangun Smelter dan Pabrik Mobil di Indonesia, Pengusaha Jepang Temui CT
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung hari ini menerima kunjungan perwakilan pelaku Industri Jepang, Masataka Komiya.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 40 menit dari pukul 15.00 Wib hingga pukul 15.40 Wib ini Chairul Tanjung didampingi oleh Menteri Perdagangan M Lutfi.

Komiya menyatakan maksud kunjungannya adalah menjalin komunikasi dengan pemangku kebijakan di Indonesia terkait peluang investasi yang mungkin dikembangkan pelaku usaha Jepang untuk Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu ada informasi-informasi yang kami sampaikan dan kami juga minta diinformasikan tentang kondisi ekonomi Indonesia sekarang," kata Komiya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Dalam pertemuannya tersebut, Komiya menyampaikan peluang kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam pengembangan industri di bidang berbagai bidang, seperti contohnya di pertambangan dan otomotif.

"Kita sampaikan bahwa ada keinginan kita untuk bangun tambang nikel dan smelter di Halmahera. Di Halmahera itu baru, di sana belum pernah dikembangkan tapi potensinya besar. Jadi itu salah satu yang saya sampaikan," tutur Komiya.

Komiya yang menjabat sebagai Regional Coordinator & Advisor for Indonesia, Mitsubishi corporation ini juga menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan pabrik mobil terbarunya di Indonesia untuk memenuhi pasar Asia.

"Kita (Mitsubishi) kan terbesarnya sekarang di Thailand. Tapi di sana seperti sedang kurang kondusif. Jadi kita pertimbangkan Indonesia. Karena pasarnya besar, masyarakatnya besar. Kita kan tunduk dengan hukum pasar, kalau ada pasar yang besar kita tentu jajaki," kata dia.

Meskipun merupakan perwakilan dari Mitsubishi Corporation, namun Komiya menuturkan bahwa alasan kedatangannya kali ini bersifat pribadi sebagai pakar ekonomi untuk Jepang, bukan perwakilan institusi.

Dikatakannya, hasil pertemuan hari ini akan disampaikannya kepada Pengambil keputusan di Jepang sebagai bahan pertimbangan bagi bukan saja Mitsubishi, tetapi juga seluruh perusahaan-perusahaan di Jepang untuk berinvestasi di Indonesia.

"Saya datang sebagai perorangan saja. Karena saya dianggap pakar soal Indonesia, sehingga saya diutus datang hari ini. Panilaian saya nanti akan dibawa ke Jepang. Pertemuannya nanti akan kita sampaikan ke pemerintah, ke birokrat, ke pengambil kebijakan di Jepang. Kususnya untuk pertimbangan investasi di Indonesia," pungkas dia.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads