AirAsia Indonesia Punya Bos Baru, Ini Orangnya

AirAsia Indonesia Punya Bos Baru, Ini Orangnya

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 17:51 WIB
AirAsia Indonesia Punya Bos Baru, Ini Orangnya
Jakarta - Hari ini, pemegang saham maskapai penerbangan AirAsia Indonesia menunjuk Presiden Direktur baru, yaitu Sunu Widyatmoko yang akan menggantikan Dharmadi. Sunu efektif jadi Presdir mulai 1 Juli 2014.

"Para pemegang saham sepakat menunjuk Sunu Widyatmoko sebagai Presiden Direktur AirAsia Indonesia yang baru. Saat ini Sunu masih menjabat sebagai Chief Financial Officer dan juga bertindak sebagai Presiden Direktur Interim hingga resmi menjabat pada 1 Juli nanti. Dengan lebih dari 16 tahun pengalaman di bidang finansial, kami percaya Sunu akan mampu membawa AirAsia Indonesia semakin berkembang. Keahliannya di bidang finansial dipadukan dengan passion terhadap AirAsia dan para karyawannya, menjadikan Sunu sebagai orang yang tepat untuk membawa perusahaan ini maju ke depan," ujar Komisaris Utama AirAsia Indonesia Pin Harris dalam siaran pers, Rabu (18/6/2014).

Memang Sunu baru bergabung dengan AirAsia Indonesia pada 2013. Sebelumnya dia pernah menjabat Direktur Investment Banking di Bahana Securities, yang menangani proses merger, akuisisi, serta restrukturisasi perusahaan. Suni juga pernah bekerja di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan Ernst & Young Advisory Services.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Group Chief Executive Officer of AirAsia Tony Fernandes menyatakan, dia percaya Suni bisa memimpin dan mendorong bisnis AirAsia Indonesia.

"Saya juga ingin memberikan apresiasi kepada Dharmadi atas kontribusi beliau dalam membesarkan AirAsia Indonesia. Di bawah kepemimpinan Dharmadi, AirAsia Indonesia meraih pertumbuhan signifikan serta berhasil mencetak berbagai prestasi," kata Tony

Dharmadi akan menjadi anggota Dewan Komisaris AirAsia Indonesia. Dharmadi akan membantu Dewan Direksi untuk memastikan bahwa perusahaan memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Beliau juga akan melanjutkan kerja sama dengan para pemangku kepentingan, termasuk INACA, untuk memastikan kelangsungan usaha dan prinsip keseimbangan antara risk & return di industri penerbangan nasional.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads