Selain Uni Eropa, Produk Sawit RI Juga Dihambat di India

Selain Uni Eropa, Produk Sawit RI Juga Dihambat di India

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 20 Jun 2014 16:34 WIB
Selain Uni Eropa, Produk Sawit RI Juga Dihambat di India
Jakarta - Selain Uni Eropa, produk sawit Indonesia juga dihambat masuk ke India lewat aturan safeguard atau tarif impor khusus tambahan bagi produk yang dianggap membanjiri pasar. Kali ini produk yang dituduhkan oleh India adalah Fatty alcohols atau lemak alkohol yang dihasilkan oleh sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengungkapkan pihak delegasi Indonesia sedang menyiapkan argumentasi kepada Uni Eropa, juga kepada India untuk meluruskan tuduhan kedua negara tersebut terhadap produk sawit asal Indonesia.

"Kami sedang proses untuk pembahasan agrumentasi untuk tuduhan antidumping oleh Uni Eropa. Kita kumpulkan data untuk tuduhan serupa oleh India," kata Bayu saat ditemui media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (20/06/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut catatan Kementerian Perdagangan, hambatan terhadap produk fatty alcohols Indonesia di India dilakukan sejak awal Februari 2014 lalu. India sudah melakukan investigasi dari Fatty alcohols alkohol Indonesia di negaranya, dan hasilnya pemerintah India sengaja melakukan tindakan safeguard terhadap produk Indonesia.

"India ini sebenarnya bukan produsen sawit, ada beberapa tetapi produksi mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan. Kita koordinasi dengan industri minyak sawit di India dan tentu kita sikapi. Mereka tuduh kita melakukan safeguard. Kita ini memang terapkan BK (Bea Keluar) yang tinggi untuk bahan mentah dan BK yang turun untuk produk olahan. Mereka (India) itu membutuhkan bahan baku dari kita," tuturnya.

Untuk itu, pemerintah Indonesia tetap akan melakukan komunikasi dengan pemerintah India. Harapannya agar ekspor produk sawit Indonesia yaitu fatty alcohols tidak mengalami gangguan masuk ke India.

"Kita akan terus negosiasi dengan mereka. Kita akan coba selesaikan," jelasnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads