"Berkaitan dengan produk impor ke Indonesia mulai makanan, pakaian, hingga mobil dan besi baja. Contohnya Pak Prabowo tadi siang kunjungan ke Pasar Tanah Abang. 20 tahun lalu di Pasar Tanah Abang dijual sepatu dari Cibaduyut dan pakaian dari Bandung. Sekarang dikuasai oleh produk impor yang berasal dari Tiongkok," kata Bobby, yang juga Chief Executive Officer PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dalam dialog capres dan cawapres yang diselenggarakan Kadin Indonesia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (20/06/2014).
Lalu apa jawaban capres nomor urut 1 Prabowo Subianto? Dia justru balik bertanya, mengapa para pengusaha lokal tidak mampu mengembangkan bisnisnya di Indonesia? Seharusnya para pengusaha lokal mampu menyediakan segala kebutuhan produk di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo berjanji bila nanti diberikan mandat oleh rakyat menjadi presiden, maka salah satu program yang dilakukan adalah mengembangkan pembangunan industri manufaktur yang dikembangkan oleh pengusaha lokal.
"Jadi saya ingin adanya Indonesia incorporated. Saya ingin ada kerjasama pelaku usaha dan ekonomi, politisi, buruh, akademisi di kampus kita kerja sama erat untuk menjadi Indonesia incorporated. Kita akan berjuang dan kita dukung. Tetapi kalau Anda tidak mau maju-maju pemerintah akan ambil alih," jelasnya.
(wij/hds)











































