Persoalan infrastruktur memang menjadi faktor penentu kuatnya daya saing industri. Infrastruktur Thailand yang lebih bagus menjadi salah satu alasan industri otomotifnya nomor satu di ASEAN.
"Infrastruktur kita lemah, negara pesaing kita Thailand, lebih bagus, infrastrukturnya mendukung," kata Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito di seminar Forum Wartawan Industri membahas Industri Otomotif RI Menghadapi ASEAN Economic Community 2015 di Kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (28/6/2014).
Ia mengatakan, persoalan pajak dan kepabeanan di Indonesia cenderung lebih sulit dibanding Thailand. Di Thailand, kebijakan pemerintahnya mendukung industri otomotif.
"Pesaing terberat itu Thailand, kebijakan pemerintah yang jauh lebih mendukung perkembangan industri otomotif," tambahnya.
Sementara itu, Ketua bidang Pengembangan Industri Gaikindo, I Made Dana Tangkas mengatakan hal senada. Menurutnya, infrastruktur seperti pelabuhan di Thailand lebih memadai dibanding Indonesia. Di Indonesia, industri otomotif terpusat di Jawa Barat, hanya bisa mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai tumpuan ekspor.
"Thailand punya 2 seaport, kita hanya Tanjung Priok dari dulu," katanya.
Teknologi manufaktur Thailand pun sudah mencapai 90%, lebih tinggi dari Indonesia yang mencapai 85%. "Ada beberapa hal yang harus kita tingkatkan, infrastruktur dan teknologi manufaktur. Lalu dipersiapkan parts supplier di Indonesia," tutupnya.
Thailand kini menempati urutan pertama dalam industri otomotif di ASEAN. Produksi mobilnya mencapai 2,5 juta unit, sedangkan Indonesia di urutan kedua produksinya mencapai 2 juta unit.
(zul/hen)











































