Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan yang paling penting dari konsep mobnas adalah kandungan lokalnya (local content) yang besar. Jika 80% local content dari sebuah mobil sudah bisa disebut mobnas, maka Indonesia kini pun sudah bisa merealisasikannya dari produk-produk mobil dari berbagai prinsipal asing yang sudah diproduksi di dalam negeri.
"Apabila kriteria yang disebut mobnas itu bisa menggunakan komponen lokal sampai 85%, sisanya sedikit yaitu engine-nya masih impor itu bisa dimulai," kata MS Hidayat ditemui di seminar Industri di Kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Menurut Hidayat Jika sebuah mobil mengusung nama lokal namun kandungan lokalnya masih dominan impor, maka mobil tersebut tidak pantas disebut sebagai mobil nasional.
"Tapi jangan seperti mobil-mobil yang lalu, bilang mobnas tapi sebagian besar masih impor," katanya.
Mantan Ketua Kadin ini mengatakan mobil nasional juga tak harus terpaku pada merek lokal. Investor lokal bisa bekerjasama dengan investor asing menciptakan merek baru, atau hanya merek lokalnya saja.
"Merek Indonesia, atau kombinasi keduanya. Idealnya sih brand Indonesia, tapi memang makan waktu lama untuk mulai populer," katanya.
(zul/hen)











































