Gaikindo: Percuma Disebut Mobnas Kalau Komponennya Masih Impor

ADVERTISEMENT

Gaikindo: Percuma Disebut Mobnas Kalau Komponennya Masih Impor

- detikFinance
Senin, 23 Jun 2014 16:58 WIB
Jakarta - Pengertian mobil nasional (mobnas) hingga kini masih rancu dan belum ada yang pasti. Namun bagi pelaku industri otomotif, yang terpenting dari mobnas adalah kandungan komponen lokalnya (local content) tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/6/2024).

"Kalau kami melihatnya pertama local content harus tinggi dulu. Karena apa gunanya kita sebut mobnas kalau masih diimpor (komponennya)," tegas Noegardjito.

Menurutnya, beberapa produk mobil murah dan ramah lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC) saat ini bisa disebut mobil nasional karena menggunakan local content menuju 80%. Bahkan ada yang sudah mencapai 80%.

"Tahun ini 87% rencananya. Tinggal 14 item lagi (yang masih impor)," kata dia.

Ia mengatakan, kriteria mobnas harus mengedepankan kandungan lokal, setelah itu baru aspek sebuah merek. Bagi Noegardjito, produk LCGC sudah memenuhi sebagai mobnas meski ada sisipan nama prinsipal asing dari Jepang seperti Daihatsu, Toyota, Suzuki, Datsun, dan Honda.

"Seperti Astra ada Ayla, Agya itu kan merek lokal," tutupnya.

Wacana membangkitkan kembali mobnas muncul dari Calon presiden (Capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto. Prabowo terinspirasi dari maket mobil Beta 97 MPV yang sempat dirancang oleh perusahaan pengusaha Aburizal Bakrie pada era tahun 1990-an.

Beberapa tahun terakhir memang bermunculan mobnas antara lain merek Esemka, bermunculan beberapa 'embrio' mobil nasional lainnya yang mulai akrab di telinga seperti GEA besutan PT Inka, Mobil Tawon produksi PT Super Gasindo Jaya, mobil rakyat (Mobira) yang digarap oleh PT Sarimas Ahmadi Pratama dan masih banyak lainnya. Umumnya sebagian komponen, terutama mesin masih diimpor dari Tiongkok.



(zul/hen)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT