Ragam tanggapan bermunculan dari berbagai pihak terkait wacana mobnas tersebut. Ada pihak yang mendukung ada juga pihak yang menyatakan Indonesia sudah punya mobnas, hingga ada yang pesimistis.
Apakah wacana mobnas masih relevan dengan kondisi saat ini? Berikut ini rangkuman detikFinance, terkait serba-serbi mobnas yang dihimpun, Selasa (24/6/2014).
|
Mobil Konsep Bakrie (Shado)
|
1. Definisi Mobnas
|
|
Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan yang paling penting dari konsep mobnas adalah kandungan lokalnya (local content) yang besar. Jika kandungan lokal sudah mencapai 80% sebuah mobil sudah bisa disebut mobnas, maka Indonesia kini pun sudah bisa memilikinya, meski masih dengan prinsipal asing.
"Apabila kriteria yang disebut mobnas itu bisa menggunakan komponen lokal sampai 85%, sisanya sedikit yaitu engine-nya masih impor itu bisa dimulai," kata MS Hidayat.
Menurut Hidayat Jika sebuah mobil mengusung nama lokal namun kandungan lokalnya masih dominan impor, maka mobil tersebut tidak pantas disebut sebagai mobil nasional.
"Tapi jangan seperti mobil-mobil yang lalu, bilang mobnas tapi sebagian besar masih impor," katanya.
1. Definisi Mobnas
|
|
Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan yang paling penting dari konsep mobnas adalah kandungan lokalnya (local content) yang besar. Jika kandungan lokal sudah mencapai 80% sebuah mobil sudah bisa disebut mobnas, maka Indonesia kini pun sudah bisa memilikinya, meski masih dengan prinsipal asing.
"Apabila kriteria yang disebut mobnas itu bisa menggunakan komponen lokal sampai 85%, sisanya sedikit yaitu engine-nya masih impor itu bisa dimulai," kata MS Hidayat.
Menurut Hidayat Jika sebuah mobil mengusung nama lokal namun kandungan lokalnya masih dominan impor, maka mobil tersebut tidak pantas disebut sebagai mobil nasional.
"Tapi jangan seperti mobil-mobil yang lalu, bilang mobnas tapi sebagian besar masih impor," katanya.
2. Deretan Mobnas Indonesia
|
Mobil GEA
|
- Maleo, Mulai dikembangkan pada 1993, proyek Maleo dimulai ketika pemerintah harus memiliki mobil nasional yang khas nusantara.
- Beta 97 MPV, mobil ini adalah proyek yang dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers.
- Timor, merk mobil yang dijual Indonesia pada pertengahan tahun 1990 yang merupakan rebadged mobil dari Korea Selatan, Kia Sephia.
- Bimanara, Bimantara adalah sebuah proyek mobil nasional yang digalang oleh keluarga Cendana. Bila Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo.
- MR 90, Mobil ini merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil, model terakhir dari upaya ini adalah Mazda Van tren pada tahun 1994.
- Kalla Motor, Kalla Motor pernah menciptakan mobil kecil bermesin 500 cc sebagai calon mobil produksi Indonesia. Tidak dketahui kenapa tidak jadi diproduksi.
- Texmaco Macan, kendaraan berjenis minibus atau MPV dengan kapasitas mesin 1.800 cc dari PT. Texmaco.
- Gang Car, mobil mini berkapasitas 2 orang buatan PT. DI yang ditenagai mesin 125-200 cc.
- Β
- Marlip, mobil listrik yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT. Marlip Indo Mandiri.
- Kancil, Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL.
- GEA, GEA adalah proyek mobil nasional hasil riset PT. INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional), yakni mesin berkapasitas 640 cc.
- Tawon, Mobil Nasional AG-Tawon diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung - Banten.
- Β
- FIN Komodo, mobil offroad yang mampu melahap segala medan. Bobotnya sangat ringan sehingga power yang diperlukan untuk melaju relatif kecil.
- Wakaba, Wakaba berasal dari singkatan Wahana Karya Anak Bangsa adalah mobil buatan Jawa Barat yang didukung oleh mesin berkapasitas 500 cc, 4 tak, 2 silinder.
- Arina, Arina merupakan mobil mungil buatan Semarang. Mobil ini berawal Universitas Negeri Semarang yang didanai oleh Departemen Perindustrian.
- Nuri, Nuri merupakan saudara Tawon yang juga diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya. Mobil ini menggunakan mesin 800 cc.
- Esemka, Mobil nasional berikutnya adalah Esemka. Esemka mengambil nama dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mobil ini sebenarnya merupakan mobil rakitan karya siswa-siswi SMK.
2. Deretan Mobnas Indonesia
|
Mobil GEA
|
- Maleo, Mulai dikembangkan pada 1993, proyek Maleo dimulai ketika pemerintah harus memiliki mobil nasional yang khas nusantara.
- Beta 97 MPV, mobil ini adalah proyek yang dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers.
- Timor, merk mobil yang dijual Indonesia pada pertengahan tahun 1990 yang merupakan rebadged mobil dari Korea Selatan, Kia Sephia.
- Bimanara, Bimantara adalah sebuah proyek mobil nasional yang digalang oleh keluarga Cendana. Bila Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo.
- MR 90, Mobil ini merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil, model terakhir dari upaya ini adalah Mazda Van tren pada tahun 1994.
- Kalla Motor, Kalla Motor pernah menciptakan mobil kecil bermesin 500 cc sebagai calon mobil produksi Indonesia. Tidak dketahui kenapa tidak jadi diproduksi.
- Texmaco Macan, kendaraan berjenis minibus atau MPV dengan kapasitas mesin 1.800 cc dari PT. Texmaco.
- Gang Car, mobil mini berkapasitas 2 orang buatan PT. DI yang ditenagai mesin 125-200 cc.
- Β
- Marlip, mobil listrik yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT. Marlip Indo Mandiri.
- Kancil, Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL.
- GEA, GEA adalah proyek mobil nasional hasil riset PT. INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional), yakni mesin berkapasitas 640 cc.
- Tawon, Mobil Nasional AG-Tawon diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung - Banten.
- Β
- FIN Komodo, mobil offroad yang mampu melahap segala medan. Bobotnya sangat ringan sehingga power yang diperlukan untuk melaju relatif kecil.
- Wakaba, Wakaba berasal dari singkatan Wahana Karya Anak Bangsa adalah mobil buatan Jawa Barat yang didukung oleh mesin berkapasitas 500 cc, 4 tak, 2 silinder.
- Arina, Arina merupakan mobil mungil buatan Semarang. Mobil ini berawal Universitas Negeri Semarang yang didanai oleh Departemen Perindustrian.
- Nuri, Nuri merupakan saudara Tawon yang juga diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya. Mobil ini menggunakan mesin 800 cc.
- Esemka, Mobil nasional berikutnya adalah Esemka. Esemka mengambil nama dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mobil ini sebenarnya merupakan mobil rakitan karya siswa-siswi SMK.
3. Tantangan Bikin Mobnas
|
|
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Noegardjito mengatakan, investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun pabrik mobil adalah sekitar US$ 400-700 juta atau setara Rp 4-7 triliun.
Bahkan, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan mengembangkan mobil nasional, setidaknya setiap tahun, kapasitas produksinya harus mencapai 30.000 unit agar layak. Selain itu, dari segi pembiayaan pun harus besar. Pengalaman pada kasus mobnas Malaysia, Proton, sampai saat ini sudah belasan tahun belum mendapatkan keuntungan sebagai perusahaan.
"Kalau dilakukan pemerintah juga bisa, seperti Malaysia, Proton, tapi kalau kita perhatikan, Proton pun setelah sekian puluh tahun dia belum profitable (untung). Dalam arti sebagai perusahaan," katanya.
Menurut Menperin MS Hidayat untuk membangun industri mobil nasional (mobnas) tak hanya menyiapkan pabrik dan layanan purna jual. Tantangan terberat lainnya adalah aspek bisnis (pemasaran) agar tetap mempertahankan eksistensi mobil tersebut agar terus diterima pasar.
"Tapi secara bisnis harus juga dihitung, jangan juga setelah di-launching 5 tahun kemudian hilang," katanya
3. Tantangan Bikin Mobnas
|
|
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Noegardjito mengatakan, investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun pabrik mobil adalah sekitar US$ 400-700 juta atau setara Rp 4-7 triliun.
Bahkan, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan mengembangkan mobil nasional, setidaknya setiap tahun, kapasitas produksinya harus mencapai 30.000 unit agar layak. Selain itu, dari segi pembiayaan pun harus besar. Pengalaman pada kasus mobnas Malaysia, Proton, sampai saat ini sudah belasan tahun belum mendapatkan keuntungan sebagai perusahaan.
"Kalau dilakukan pemerintah juga bisa, seperti Malaysia, Proton, tapi kalau kita perhatikan, Proton pun setelah sekian puluh tahun dia belum profitable (untung). Dalam arti sebagai perusahaan," katanya.
Menurut Menperin MS Hidayat untuk membangun industri mobil nasional (mobnas) tak hanya menyiapkan pabrik dan layanan purna jual. Tantangan terberat lainnya adalah aspek bisnis (pemasaran) agar tetap mempertahankan eksistensi mobil tersebut agar terus diterima pasar.
"Tapi secara bisnis harus juga dihitung, jangan juga setelah di-launching 5 tahun kemudian hilang," katanya
4. Ragam Tanggapan Soal Mobnas
|
|
"Nggak bisa diimplementasikan (mobil nasional). Itu jauh," ungkapnya.
Salah satu hambatan pembangunan serta pengembangan mobil nasional di dalam negeri adalah karena aturan yang dibuat pemerintah. Contohnya tidak berkembangnya industri komponen otomatif di dalam negeri, karena lebih murah dan efisien impor. Padahal industri komponen adalah penopang utama industri otomotif.
"Untuk membuat mobil nasional harus membangun industri komponennya. Industri komponen kita impor jauh lebih murah dibandingkan di dalam negeri," katanya
Tanggapan juga datang dari Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) Jusak Kertowidjojo mengaku tidak mengerti apa definisi tentang mobnas. Ia beralasan jika definisi mobnas adalah mobil buatan tangan orang-orang Indonesia dan dibuat di dalam negeri, saat ini hal tersebut justru sudah terjadi.
"Saya tidak terlalu paham apa itu mobil nasional, kalau mobil nasional mobil yang dibuat orang Indonesia, saat ini pun orang Indonesia sudah buat mobil," ujar Jusak.
Jusak menambahkan, jika dikatakan mobil nasional seluruhnya merupakan buatan orang Indonesia, hal tersebut pun sudah terpenuhi dengan produk-produk mobil yang sudah banyak beredar di pasar domestik yang dihasilkan dari pabrik-pabrik lokal.
Sementara itu, Produsen mobil nasional (mobnas) menanggapi positif keinginan calon presiden mengembangkan mobil merek lokal. Capres Prabowo Subianto salah satu yang punya keinginan membangkitkan kembali proyek mobnas.
CEO PT Super Gasindo Jaya Koentjoro Njoto, yang selama ini memproduksi mobil merek Tawon mengatakan sangat mendambakan pemerintahan baru yang bisa merealisasikan gagasan yang sempat tercetus pada Orde Baru tersebut. Menurut Njoto, perlu pemimpin yang tegas untuk merealisasikannya.
"Saya masih menunggu bagaimana dan seperti apa, tapi kalau mengharapkan dari pemerintahan sekarang sih sulit. Saya kira segera turun saja, diganti dengan presiden baru," katanya.
4. Ragam Tanggapan Soal Mobnas
|
|
"Nggak bisa diimplementasikan (mobil nasional). Itu jauh," ungkapnya.
Salah satu hambatan pembangunan serta pengembangan mobil nasional di dalam negeri adalah karena aturan yang dibuat pemerintah. Contohnya tidak berkembangnya industri komponen otomatif di dalam negeri, karena lebih murah dan efisien impor. Padahal industri komponen adalah penopang utama industri otomotif.
"Untuk membuat mobil nasional harus membangun industri komponennya. Industri komponen kita impor jauh lebih murah dibandingkan di dalam negeri," katanya
Tanggapan juga datang dari Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) Jusak Kertowidjojo mengaku tidak mengerti apa definisi tentang mobnas. Ia beralasan jika definisi mobnas adalah mobil buatan tangan orang-orang Indonesia dan dibuat di dalam negeri, saat ini hal tersebut justru sudah terjadi.
"Saya tidak terlalu paham apa itu mobil nasional, kalau mobil nasional mobil yang dibuat orang Indonesia, saat ini pun orang Indonesia sudah buat mobil," ujar Jusak.
Jusak menambahkan, jika dikatakan mobil nasional seluruhnya merupakan buatan orang Indonesia, hal tersebut pun sudah terpenuhi dengan produk-produk mobil yang sudah banyak beredar di pasar domestik yang dihasilkan dari pabrik-pabrik lokal.
Sementara itu, Produsen mobil nasional (mobnas) menanggapi positif keinginan calon presiden mengembangkan mobil merek lokal. Capres Prabowo Subianto salah satu yang punya keinginan membangkitkan kembali proyek mobnas.
CEO PT Super Gasindo Jaya Koentjoro Njoto, yang selama ini memproduksi mobil merek Tawon mengatakan sangat mendambakan pemerintahan baru yang bisa merealisasikan gagasan yang sempat tercetus pada Orde Baru tersebut. Menurut Njoto, perlu pemimpin yang tegas untuk merealisasikannya.
"Saya masih menunggu bagaimana dan seperti apa, tapi kalau mengharapkan dari pemerintahan sekarang sih sulit. Saya kira segera turun saja, diganti dengan presiden baru," katanya.
5. LCGC Diklaim Mobnas
|
|
Hidayat mengatakan, jika yang dimaksud mobnas itu adalah mobil dengan kandungan lokal 80% atau lebih, Indonesia kini sudah memilikinya. Menurut Hidayat, di dunia tak ada lagi industri mobil yang memiliki kandungan lokal hingga 100%.
"Di dunia ini nggak ada lagi yang 100% dibuat sendiri, karena interaksi dari teknologi yang membuat lebih efisien. Tapi kalau 80% sudah kita kuasai saya kira bisa dimulai," jelas Hidayat.
Sekjen Gabungan Industri Kendraaan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito mengatakan, kandungan lokal pada mobil LCGC akan mencapai 87% pada tahun ini.
"LCGC itu tahun ini ditargetkan sudah 87% local content. Tinggal 14 item lagi yang masih diimpor, salah satunya CPU (Central Prosessor Unit) untuk mesin," kata Noegardjito.
5. LCGC Diklaim Mobnas
|
|
Hidayat mengatakan, jika yang dimaksud mobnas itu adalah mobil dengan kandungan lokal 80% atau lebih, Indonesia kini sudah memilikinya. Menurut Hidayat, di dunia tak ada lagi industri mobil yang memiliki kandungan lokal hingga 100%.
"Di dunia ini nggak ada lagi yang 100% dibuat sendiri, karena interaksi dari teknologi yang membuat lebih efisien. Tapi kalau 80% sudah kita kuasai saya kira bisa dimulai," jelas Hidayat.
Sekjen Gabungan Industri Kendraaan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito mengatakan, kandungan lokal pada mobil LCGC akan mencapai 87% pada tahun ini.
"LCGC itu tahun ini ditargetkan sudah 87% local content. Tinggal 14 item lagi yang masih diimpor, salah satunya CPU (Central Prosessor Unit) untuk mesin," kata Noegardjito.
Halaman 2 dari 12











































