Kisah Kebangkitan BUMN 'Si Unyil' Yang Sempat Mati Suri

BUMN yang Bangkit dari Kematian

Kisah Kebangkitan BUMN 'Si Unyil' Yang Sempat Mati Suri

- detikFinance
Rabu, 02 Jul 2014 09:57 WIB
Kisah Kebangkitan BUMN Si Unyil Yang Sempat Mati Suri
Jakarta -

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perfilman, Perum Produksi Film Negara (PFN) mulai bangkit dari mati suri. BUMN yang terkenal dengan film 'Si Unyil' ini kembali memproduksi film dokumenter, setelah hampir 10 tahun lebih jalan di tempat alias berhenti berproduksi.

"Sudah selama 10 tahun nggak produksi. Tapi tahun ini mulai beroperasi. Dia memproduksi film dokumenter judulnya Biji Kopi Indonesia," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan seperti dikutip Rabu (2/7/2014)

Terkait rencana produksi kembali film 'Si Unyil', Dahlan menyebut, film dikenal dengan tokoh Pak Raden tersebut akan mulai dikembangkan kembali pada tahun 2015. Selain proyek animasi, PFN diberi tugas mengabadikan proyek-proyek raksasa BUMN, hingga membuat film khusus untuk anak Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intinya seperti kita menatap masa depan. Dengan produksi film bangsa ini. Tentang anak-anak dan dokumentasi proyek besar seperti proyek bandara, pelabuhan, hingga Tol Bali," ujar Dahlan.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN) Shelvy Arifin punya mimpi besar membangkitkan perusahaan yang baru dipimpinnya setelah tertidur hampir belasan tahun.

BUMN yang memiliki koleksi 46.000 film tersebut berkeinginan untuk mendorong produksi film-film berkualitas di tanah air. PFN pun siap menggandeng dan menjadi motor bagi insan seni dan perfilman untuk memajukan industri film nasional setara dengan Hollywood ataupun Bollywood.

"PFN itu sebagai kendaraan yang bisa membantu dunia perfilman dan industri kreatif. Suatu saat Indonesia bisa selevel dengan Hollywood, Bollywood, ada Asia di Korea dan Jepang. Saya ingin setara dengan mereka lah. Kalau kita produksi film dokumenter kita ingin sama
kualitasnya dengan NGC," sebutnya.

Dengan aset tanah yang cukup luas, PFN ingin memanfaatkannya sebagai pusat industri film dan kreatif tanah air.

(feb/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads