Masih Impor Komponen dari Malaysia, Smartphone 4G RI Sudah Dipatenkan

Masih Impor Komponen dari Malaysia, Smartphone 4G RI Sudah Dipatenkan

- detikFinance
Senin, 07 Jul 2014 10:57 WIB
Masih Impor Komponen dari Malaysia, Smartphone 4G RI Sudah Dipatenkan
Jakarta - Produk smartphone 4G yang diproduksi pertama kalinya di Indonesia sudah dipatenkan oleh produsennya. Sebanyak 70% komponen ponsel masih diimpor dari Malaysia dan Tiongkok.

Pemerintah akan mendorong produk smartphone 4G yang diproduksi di Batam, Kepulauan Riau, agar kandungan lokal produk ponsel pintar itu bisa ditingkatkan 30% menjadi 60%.

Dua perusahaan di dalam negeri, yakni PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Tata Sarana Mandiri (TSM) memproduksi ponsel ini. PTSN bergerak dari sisi manufaktur dan TSM untuk desain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Desain produk dan rangkaian elektronik HP 4G ini dibuat dan dipatenkan oleh PT Tata Sarana Mandiri dengan dibantu oleh ahli-ahli teknik elektro ITB," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada detikFinance, Senin (7/7/2014)

Smartphone 4G buatan Indonesia yang didukung oleh Qualcomm Snapdragon 400 chipset, menggunakan prosesor Quad Core 1.2 GHz, RAM 1 GB, media penyimpanan berkapasitas 8 GB, kamera 8 MP, dan dual SIM card yang didesain khusus untuk kebutuhan Indonesia.

Smartphone 4G ini juga dapat bekerja pada berbagai frekuensi LTE lain seperti 1.800 Mhz, 2.300 Mhz, 2.600 Mhz, termasuk frekuensi data 3G dan 2G. Jadi, ponsel ini bisa beroperasi di berbagai negara.

"Produk smartphone 4G tersebut adalah produk 4G pertama yang dibuat di Indonesia oleh PT Sat Nusapersada Tbk di Batam. Pabrik ini yang mempekerjakan 3.000 orang juga membuat produk-produk komponen elektronika lain untuk merek-merek multinasional guna keperluan ekspor," katanya

Hidayat mengatakan saat ini komponen lokalnya masih sekitar 30%, selanjutnya akan ditingkatkan lebih banyak Tingkat Kandungan Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"TKDN produk dan engineering design nya hampir 100%, TKDN manufakturingnya sekitar 30% tahun ini, dan akan ditingkatkan menjadi 60% tahun depan," katanya.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) Abidin mengakui keterbatasan produksi dari komponen smartphone 4G. Sehingga baru 30% porsi komponen lokal di dalam produknya.

"Baru 30% untuk komponen lokal," kata Abidin saat peluncuran smartphone 4G Ivo di Batam pekan lalu.

Sementara itu, komponen lainnya berasal dari Tiongkok dan Malaysia. Abidin menyatakan ini memang akan dilakukan secara bertahap. Perusahaannya akan mencoba untuk meningkatkan komponen lokal dari dalam negeri.

"Dari impor itu ada Tiongkok dan Malaysia. Kan secara bertahap nanti diproduksi dalam negeri," jelasnya.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads