Begini Smartphone 4G Buatan Indonesia, Harganya di Bawah Rp 2 Juta

Begini Smartphone 4G Buatan Indonesia, Harganya di Bawah Rp 2 Juta

- detikFinance
Senin, 07 Jul 2014 12:50 WIB
Begini Smartphone 4G Buatan Indonesia, Harganya di Bawah Rp 2 Juta
Jakarta - Indonesia sudah bisa memproduksi telepon seluler pintar atau smartphone 4G (fourth generation) pertama kali dalam sejarah. Seperti apa bentuk dan jeroannya, yuk simak di sini.

Adalah dua perusahaan di dalam negeri, yakni PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Tata Sarana Mandiri (TSM), yang memproduksi ponsel canggih ini. PTSN bergerak dari sisi manufaktur dan TSM untuk desain.

Direktur TSM Sam Ali mengatakan, ponsel ini didesain khusus oleh putra putri Indonesia. Pihaknya bekerjasama dengan Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pusat Unggulan Inovasi BWA ITB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kan kerjasama dengan pusat mikroelektronika ITB dan pusat unggulan inovasi di ITB," ujarnya seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014)

Yuk, kita lihat penampakan ponselnya:

Tampilan luar

Ponsel pintar ini diproduksi dalam dua varian warna, yaitu hitam dan putih. Bentuknya simple seperti kebanyakan ponsel pintar lain buatan negara lain.

Menggunakan layar sentuh dan berukuran sekitar 5 inci serta berat sekitar 150 gram, ponsel ini masih bisa digenggaman satu tangan.

Jeroan ponsel

Ponsel ini didukung Qualcomm Snapdragon 400 chipset, menggunakan processor Quad Core 1.2 GHz, RAM 1 GB, Storage 8 GB, Camera 8 MP, dan Dual-simcard. Operasting System (OS) yang digunakan adalah Android.

Frekuensi

Smartphone 4G ini juga dapat bekerja pada berbagai frekuensi LTE lain seperti 1800Mhz, 2300Mhz, 2600Mhz, termasuk frekuensi data 3G dan 2G, sehingga dapat beroperasi di berbagai negara.

Harga

Ponsel pintar ini sudah diproduksi namun belum dilempar ke pasaran. Kira-kira berapa harga yang akan ditawarkan?

Presiden Direktur PTSN Abidin mengaku belum menetapkan harga pasti dari produk tersebut. Namun, smartphone yang bernama Ivo tersebut diperkirakan harganya tidak melebihi Rp 2 juta per unit.

"Kita belum launch ke pasar, mungkin nggak terlalu lama lagi. Tapi harganya nggak lebih dari Rp 2 juta," ungkap Abidin.

Ia menyebutkan, pasar yang akan dituju oleh produknya adalah kalangan menengah dan sedikit ke atas. Ini mengingat teknologi yang dimiliki berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kelas tersebut.

"Kami menyasar kalangan menengah dan sedikit ke atas," tegasnya.
Halaman 2 dari 5
(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads