Pembangunan Pabrik Semen Paling Modern di Indonesia Akan Selesai 2016

Pembangunan Pabrik Semen Paling Modern di Indonesia Akan Selesai 2016

- detikFinance
Selasa, 15 Jul 2014 08:54 WIB
Pembangunan Pabrik Semen Paling Modern di Indonesia Akan Selesai 2016
Semarang - Meski masih ada penolakan dari warga dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah, tetap ditargetkan selesai pada 2016. Nantinya, pabrik tersebut akan menjadi yang paling modern di Indonesia.

Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto mengatakan, pembangunan konstruksi pabrik yang dimulai pada 2014 ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 4-4,2 triliun. Jika pengerjaannya lancar, maka pada 2016 pabrik tersebut sudah bisa mulai berproduksi.

"Beragam perizinan sudah diurus, kami sudah melakukan pembangunan konstruksi. Tahun 2016 harapannya selesai," kata Dwi dalam acara sarasehan Optimalisasi Pembangunan Pabrik Semen Rembang Berbasis Lingkungan dan Masyarakat di Semarang, Senin (14/7/2014) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, pabrik tersebut diklaim menjadi pabrik dengan desain paling modern dan efisien di seluruh Indonesia. Selain itu, lanjut Dwi, pabrik akan dilengkapi alat penangkap debu menggunakan medan magnet di dalam sebuah ruangan.

"Ini ada sebuah kain, kalau listrik mati tidak akan ngebul, tidak ada sama sekali," tandasnya.

Dalam pengerjaan pabrik tersebut, 100% konstruksi sipil, pemasangan mesin dan peralatan, serta elektrikal dan instrumentasi pabrik dikerjakan oleh kontraktor lokal. Pabrik tersebut nantinya juga akan menyerap lebih dari 3.500 tenaga kerja.

"Kaitan proyek dan CSR, kami sudah mulai. Kegiatan terakhir dengan masyarakat setempat, bangun masjid, pendidikan guru, pesantren, Hari Kartini, wayang kulit, dan lainnya," papar Dwi.

Terkait perizinan, ada 35 izin yang sudah diurus sejak 3 tahun lalu. Dwi pun mengaku sebagai BUMN tidak berani bergerak di luar aspek legal. "Persyaratan Amdal sudah dijalankan. Lokasi pabriknya 131,87 hektar," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Energi Sumber Dana Mineral (ESDM) Jateng, Teguh Dwi Paryono menambahkan, pabrik semen di Rembang itu sudah memenuhi aspek regulasi dan dari aspek teknis tidak merusak sumber mata air seperti yang dipermasalahkan selama ini.

"Dari aspek regulasi sudah terpenuhi. Masalah tentang air sudah kami sampaikan. Perlu pendekatan terus menerus dengan pendekatan humanis," kata Teguh.

"Pak Gubernur sangat mendukung keberadaan pabrik semen," imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir mantan gubernur Jateng, Ali Mufiz. Ia menghimbau kepada Semen Indonesia agar melakukan pendekatan dengan paradigma baru, yaitu memanusiakan manusia.

"Harus berani memberikan jaminan kepada masyarakat. Mau menanggung jika ada kerusakan dan gangguan kesehatan karena dampak pembangunan pabrik semen," kata Ali.

Diketahui pembangunan pabrik semen tersebut ditolak warga dan sejumlah LSM terkait dugaan pelanggaran aturan dan dampak kerusakan lingkungan.

(alg/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads