Semakin meningkatnya produksi kendaraan bermotor membuat Lutfi punya pesan khusus kepada Gubernur Jambi Hasan Basri. Apa pesan khusus Lutfi?
"Dengan kondisi macet di jalan saat ini, mungkin ke depan jadi lebih cepat jalan kaki daripada naik mobil di jalanan. Jadi saya bilang ke Pak Gubernur, harus diperlebar jalanannya," kata Lutfi saat berdiskusi santai di kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, Rabu (16/07/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti merek Toyota yang disebutkan akan melipatgandakan produksi mereka. Lalu Daihatsu juga disebut akan memproduksi mobil dengan kapasitas lebih besar dibandingkan produksi terpasang di Jepang.
"Produksi mobil Daihatsu di tahun 2016 di Jepang itu akan kalah dengan Tangerang dengan produksi 600.000 unit/tahun," katanya.
Dengan meningkatnya jumlah produksi mobil di dalam negeri, maka diprediksi ekspor produk mobil keluar negeri juga akan meningkat. Menurut Lutfi angka ekspor mobil tahun ini mencapai US$ 4,5 miliar dan diprediksi 4 tahun mendatang bisa lebih dari US$ 11,5 miliar atau bahkan sampai US$ 12 miliar.
Oleh karena itu, ekspor mobil menjadi komoditas unggulan ekspor ketiga terbesar dan terpenting setelah minyak sawit mentah (CPO) dan produk alas kaki. "Mobil ini sudah menjadi nett eksportir. Jumlah mobil yang kita ekspor jauh lebih besar dibandingkan yang impor," kata Lutfi.
Tetapi untuk saat ini, konsumsi atau penjualan mobil di dalam negeri masih tergolong rendah. Lutfi menggambarkan dari setiap 1.000 orang di Jepang dan Amerika Serikat ada 532 orang yang memiliki mobil. Sedangkan di Thailand dari 1.000 orang, 179 diantaranya mempunyai mobil. Sementara Indonesia dengan jumlah pembanding yang sama baru 37 orang yang memiliki mobil.
"Indonesia ini mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena ditopang dari konsumsinya. Tetapi yang pasti dilihat pertumbuhan konsumsi yang tinggi mendatangkan investasi," jelasnya.
(wij/hds)











































