Sejauh ini, Airbus, produsen pesawat asal Paris memenangkan jumlah pemesanan pesawat sepanjang pameran tersebut. Airbus berhasil meraup pemesanan 496 pesawat dengan nilai US$ 75 miliar atau sekitar Rp 750 triliun.
Untuk Boeing, produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), jumlah pesanan yang diraupnya adalah 201 unit pesawat, dengan nilai US$ 40 miliar atau sekitar Rp 400 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah pemesanan pesawat terakhir yang diterima Airbus dalam pameran ini, adalah dari Hong Kong Aviation Capital. Perusahaan ini memesan 70 unit pesawat A320neo dari Airbus. Nilai pemesanan itu menurut banderol resmi adalah US$ 7,72 miliar atau sekitar Rp 77,2 triliun, namun bakal ada potongan harga yang diberikan.
Kemudian Transaero, maskapai penerbangan terbesar kedua di Rusia, memesan 20 unit A320, dengan nilai US$ 5,3 miliar atau sekitar Rp 53 triliun.
"Pemenang dari pameran ini sudah jelas Airbus," ujar analis dari Deutsche Bank Myles Walton.
Sementara untuk Boeing, pemesanan besar datang dari Qatar Airways, yang memesan 50 unit pesawat berbadan panjang.
"Para pelanggan memperlihatkan kepercayaan mereka terhadap pesawat Boeing, dan menyatakan pemesanan serta komitmennya. Jumlah pemesanan 201 unit dengan nilai US$ 40,2 miliar atau Rp 401 triliun," demikian pernyataan Boeing.
Sebelum pameran ini, jumlah total pemesanan pesawat Airbus adalah 290 unit sepanjang tahun ini, kalah jauh dari Boeing sebanyak 499 unit. Setelah pameran ini, jumlah total pemesanan Airbus adalah 648 unit dan Boeing 783 unit.
Dalam pameran tersebut, Airbus meluncurkan pesawat terbarunya, yaitu A330neo, dengan menggunakan mesin terbaru Rolls Royce yang lebih irit bahan bakar. Airbus mendapat pemesanan 121 unit A330neo sepanjang pameran ini. Pesawat ini rencananya mulai dikirim ke pelanggan pada akhir 2017.
Sementara Boeing mengandalkan tipe 777X yang mulai produksi 2017, dan mulai diantarkan kepada pelanggan pada 2020.
(dnl/ang)











































