Sebelumya pada 4 bulan yang lalu, atau tepatnya 8 Maret 2014, pesawat jenis yang sama dengan nomor penerbangan MH370 hilang di Samudera Hindia bersama 239 orang di dalamnya, dan belum ditemukan sampai sekarang.
Berarti sampai saat ini sudah 2 pesawat Boeing 777-200 dengan harga satu unitnya US$ 261 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun yang hilang dalam waktu 4 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari CNN, Jumat (18/7/2014), sejumlah analis menyatakan, nasib maskapai ini akan sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah. Karena maskapai ini memang statusnya milik pemerintah. Belum lagi, kompetisi di sektor penerbangan sangat ketat saat ini, apalagi banyak maskapai yang menawarkan tiket dengan harga lebih murah.
Ketatnya iklim bisnis penerbangan membuat Malaysia Airlines membuat kinerja keuangan maskapai ini terus merugi dalam 3 tahun berturut-turut. Dalam 3 tahun, nilai kerugian Malaysia Airlines mencapai US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 13 triliun.
Pemerintah Malaysia pernah memberikan bantuan besar ke maskapai ini, namun belum juga berhasil membawa maskapai ini ke jalur keuntungan. Namun maskapai ini masih jauh dari bangkrut.
(dnl/ang)











































