Ada Tragedi MH370 dan MH17, Masa Depan Malaysia Airlines Suram

Ada Tragedi MH370 dan MH17, Masa Depan Malaysia Airlines Suram

- detikFinance
Sabtu, 19 Jul 2014 14:26 WIB
Ada Tragedi MH370 dan MH17, Masa Depan Malaysia Airlines Suram
Jakarta - Pasca jatuhnya pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17, membuat saham maskapai ini turun 11% pad apenutupan perdagangan saham kemarin. Ini merupakan Boeing kedua yang jadi korban, setelah MH370 sejak Maret 2014 menghilang di Samudera Hindia.

Sejumlah pihak menyatakan, dua kejadian besar ini membuat masa depan maskapai milik pemerintah Malaysia ini makin suram. Pada dalam 3 tahun berturut-turut, nilai kerugian Malaysia Airlines mencapai US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 13 triliun.

Dua pesawat Boeing 777-200 yang hilang, harga satu unitnya sekitar US$ 261 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Malaysia Airlines kehilangan 2 Boeing ini dalam waktu 4 bulan di tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun kejadian ini (MH17) adalah murni tidak disengaja, namun ini merupakan sejarah, ada maskapai yang kehilangan 2 pesawat besar dalam beberapa bulan saja," ujar bankir DVB Bank Betrand Grabowski, dilansir dari BBC, Sabtu (19/7/2014).

Menurutnya, Malaysia Airlines saat ini sangat membutuhkan dukungan dana dari pemerintah, dan nilainya cukup besar.

Dalam bertahun-tahun, Malaysia Airlines telah kehilangan banyak uang. Nilai kapitasilisasi pasarnya juga jatuh lebih dari 40% dalam 9 bulan.

Menurut kabar, BUMN investasi Malaysia yaitu Khazanah Nasional, selaku pemegang saham mayoritas Malaysia Airlines, berencana untuk menjadikan maskapai ini sebagai perusahaan swasta.

Khazanah telah menyuntikkan lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 10 triliun ke maskapai tersebut dalam beberapa taun terakhir. Kalangan analis menyatakan, dana investasi dibutuhkan maskapai ini sesegera mungkin.

Analis investasi dari Maybank, Mohsin Aziz mengatakan, tantangan besar tengah dihadapi Malaysia Airlines. Tanpa suntikan dana yang besar, masakapai ini sulit bertahan.

"Kejadian terakhir ini (MH17), mempengaruhi citra Malaysia Airines di Eropa. Apakah merek ini (Malaysia Airlines) bisa bertahan dengan tragedi yang terjadi," ujar pengamat penerbangan Leo Fattorini.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads