Garuda Indonesia Tunda Pembukaan Rute ke Manila dan Mumbai

Garuda Indonesia Tunda Pembukaan Rute ke Manila dan Mumbai

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2014 17:50 WIB
Garuda Indonesia Tunda Pembukaan Rute ke Manila dan Mumbai
Surabaya - Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana menunda pembukaan penerbangan internasional untuk tujuan Jakarta-Manila (Filipina) dan Jakarta-Mumbai (India). Seharusnya 2 rute internasional tersebut bisa dilayani mulai tahun ini tetapi ditunda karena kondisi ekonomi global yang masih lesu.

"Ekspansi internasional kita kurangi dulu, kita perlambat. Penerbangan ke Mumbai dan Manila kita tunda dulu," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar usai acara penerbangan explore flight di Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (23/7/2014).

Beda dengan rute internasional, Garuda tetap membuka rute domestik baru memakai pesawat jet dan baling-baling (propeller). Garuda juga akan membidik eks rute yang ditinggalkan oleh maskapai TigerMandala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian non ATR kita ada tambahan rute-rute, untuk eks Mandala kita sudah mengajukan seperti Surabaya-Batam dan Medan-Surabaya," katanya.

Garuda saat ini mengalami tekanan keuangan akibat melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS serta tingginya harga bahan bakar. Padahal perseroan saat ini sedang melakukan ekspansi rute.

Untuk menekan biaya, Garuda akan mempercepat penjualan pesawat-pesawat lama yang masih beroperasi seperti Boeing 737 Classic. "Armada juga kita lihat. Kita akan keluarkan lebih cepat sehingga jumlah armada akan berubah. Itu Boeing 737 Classic, pesawat lama," kata Emirsyah.

Guna menekan biaya yang ditanggung maskapai, Garuda sendiri juga menaruh harapan baru kepada presiden Indonesia yang baru terpilih. Emirsyah berharap Joko Widodo dan Jusuf Kalla bersedia membebaskan bea masuk untuk suku cadang (spare part) pesawat.

Perseroan juga meminta agar presiden baru bersedia meninjau tarif batas atas. "Tarif batas atas itu kalau bisa diperlonggar atau bahkan dilepas. Kalau misal satu rute diterbangi tiga maskapai, untuk apa ada tarif batas atas?" katanya.

(feb/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads