"Ekspansi internasional kita kurangi dulu, kita perlambat. Penerbangan ke Mumbai dan Manila kita tunda dulu," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar usai acara penerbangan explore flight di Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (23/7/2014).
Beda dengan rute internasional, Garuda tetap membuka rute domestik baru memakai pesawat jet dan baling-baling (propeller). Garuda juga akan membidik eks rute yang ditinggalkan oleh maskapai TigerMandala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garuda saat ini mengalami tekanan keuangan akibat melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS serta tingginya harga bahan bakar. Padahal perseroan saat ini sedang melakukan ekspansi rute.
Untuk menekan biaya, Garuda akan mempercepat penjualan pesawat-pesawat lama yang masih beroperasi seperti Boeing 737 Classic. "Armada juga kita lihat. Kita akan keluarkan lebih cepat sehingga jumlah armada akan berubah. Itu Boeing 737 Classic, pesawat lama," kata Emirsyah.
Guna menekan biaya yang ditanggung maskapai, Garuda sendiri juga menaruh harapan baru kepada presiden Indonesia yang baru terpilih. Emirsyah berharap Joko Widodo dan Jusuf Kalla bersedia membebaskan bea masuk untuk suku cadang (spare part) pesawat.
Perseroan juga meminta agar presiden baru bersedia meninjau tarif batas atas. "Tarif batas atas itu kalau bisa diperlonggar atau bahkan dilepas. Kalau misal satu rute diterbangi tiga maskapai, untuk apa ada tarif batas atas?" katanya.
(feb/hds)











































