Cerita Mentan Suswono Terpaksa 'Barter' Jeruk Kino Pakistan dengan Sawit RI

Cerita Mentan Suswono Terpaksa 'Barter' Jeruk Kino Pakistan dengan Sawit RI

- detikFinance
Kamis, 24 Jul 2014 15:54 WIB
Cerita Mentan Suswono Terpaksa Barter Jeruk Kino Pakistan dengan Sawit RI
Jakarta - Indonesia sejak tahun lalu membuka impor jeruk kino dari Pakistan. Secara bersamaan, Pakistan pun membuka (penurunan tarif) impor crude palm oil atau CPO (kelapa sawit) dalam rangka perdagangan bebas terbatas atau Preferential Trade Agreement (PTA).

"Kadang impor buah itu tidak sepenuhnya kita butuhkan, ada yang karena terpaksa seperti impor jeruk kino asal Pakistan," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono ditemui di Gedung Eks RS Pasar Minggu, Kamis (24/7/2014).

Suswono mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi agar produk Indonesia khususnya sawit bisa masuk ke negara lain termasuk Pakistan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan strategi itu CPO kita bisa masuk ke Pakistan, kalau nggak terima jeruknya nggak bisa masuk, bahkan jumlahnya berkali-kali lipat dibandingkan jeruk yang diekspor Pakistan ke Indonesia," ungkapnya.

Suswono mengungkapkan secara keseluruhan ekspor-impor produk pertanian dan perkebunan Indonesia masih surplus, namun jika dihitung dari sektor hortikultura (buah dan sayur) kondisinya masih defisit alias masih banyak impor dari ekspor.

"Itu pun kita impor hanya 10% dari kebutuhan buah nasional. Memang buah impor ini banyak di retail, supermarket sehingga seolah-olah kita dibanjiri buah impor, aslinya produksi buah nasional sangat banyak, yang diimpor juga karena di Indonesia tidak bisa tumbuh, seperti kiwi, pear, beberapa jenis apel dan anggur," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads