"Kadang impor buah itu tidak sepenuhnya kita butuhkan, ada yang karena terpaksa seperti impor jeruk kino asal Pakistan," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono ditemui di Gedung Eks RS Pasar Minggu, Kamis (24/7/2014).
Suswono mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi agar produk Indonesia khususnya sawit bisa masuk ke negara lain termasuk Pakistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suswono mengungkapkan secara keseluruhan ekspor-impor produk pertanian dan perkebunan Indonesia masih surplus, namun jika dihitung dari sektor hortikultura (buah dan sayur) kondisinya masih defisit alias masih banyak impor dari ekspor.
"Itu pun kita impor hanya 10% dari kebutuhan buah nasional. Memang buah impor ini banyak di retail, supermarket sehingga seolah-olah kita dibanjiri buah impor, aslinya produksi buah nasional sangat banyak, yang diimpor juga karena di Indonesia tidak bisa tumbuh, seperti kiwi, pear, beberapa jenis apel dan anggur," tutupnya.
(rrd/hen)











































