Karyawan Merpati Ini Masih Dapat 'Gaji', Kok Bisa?

Karyawan Merpati Ini Masih Dapat 'Gaji', Kok Bisa?

- detikFinance
Rabu, 13 Agu 2014 12:46 WIB
Karyawan Merpati Ini Masih Dapat Gaji, Kok Bisa?
Foto: Tri Joko Susilo
Jakarta -

Hari ini Karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) melakukan demonstrasi menuntut pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) di depan kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat.

Karyawan Merpati sejak Desember 2013 atau sudah 8 bulan tidak menerima gaji. Di tengah ribut-ribut meminta pembayaran gaji, ternyata ada pegawai Merpati yang masih memperoleh 'gaji' rutin setiap bulan. Karyawan tersebut berasal dari Merpati Maintenance Facility (MMF).

"Ada 200 orang masih bekerja. Mereka masih dapat gaji," kata GM Marketing MMF Tri Joko Susilo kepada detikFinance, di depan Kemenkeu, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka digaji dari bisnis perawatan pesawat yang masih beroperasi. MMF berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Meski digaji setiap bulan, namun pembayaran tidak sesuai standar. Gaji ini pun sifatnya hanya sebatas pinjaman dari perusahaan untuk biaya operasional karyawan seperti biaya transportasi ke tempat kerja.

Β 

"Itu gaji dalam tanda kutip. Itu pinjaman perusahaan agar bisa selesaikan pekerjaan. Nanti setelah kondisi normal, kita kembalikan ke perusahaan. Makanya sekarang kita nuntut pembayaran gaji normal," katanya.

Sebelum krisis keuangan, karyawan MMF memperoleh gaji antara Rp 8,5 juta sampai 18 juta per bulan. Akibat kondisi keuangan, pembayaran gaji dipukul rata menjadi Rp 2 juta per orang, untuk semua level karir di MMF.

"Normal gaji teknisi antara Rp 8,5 juta-18 juta. Karena kondisi semua dipukul rata dapat Rp 2 juta. Ini khusus di MMF," jelasnya.

Pria yang telah bekerja di Merpati selama 22 tahun ini menerangkan, MMF masih memperoleh pekerjaan untuk perawatan pesawat. Pesawat yang dirawat datang dari dalam dan luar negeri.

"Dari TNI AL terus ada beberapa dari luar ngeri. Filipina Air Force, kemudian pesawat lessor. Kami merawat pesawat Asia Link. Kemudian kita rawat pesawat milik maskapai Filipina," ujarnya.

Meski masih gajian, beban karyawan Merpati yang bekerja di MMF tetap tinggi. Biaya hidup di daerah Surabaya dan tuntutan keluarga membuat karyawan Merpati tertekan. Joko mengaku ada karyawan Merpati yang memperoleh guguatan cerai dari istri karena penghasilan yang turun drastis.

"Mungkin bayangkan selama 8 bulan. Kami harus jual aset untuk kebutuhan setiap hari. Kami biayai sekolah. Kita mencoba untuk bertahan hidup," katanya.

Selain MMF, karyawan Merpati dari Merpati Training Center juga tetap memperoleh pembayaran gaji. Meski memperoleh gaji rutin, karyawan MMF tidak memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini. "Kita nggak terima THR," terangnya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads