Perusahaan milik negara Malaysia, Khazanah Nasional, yang memiliki 70% saham MAS mengumumkan rencana tersebut Selasa (26/8/2014), seperti dikutip dari BBC.
Saham MAS juga akan keluar alias delisting dari Bursa Malaysia dalam rencana restruktutisasi tersebut. CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya diperkirakan hanya akan memimpin maskapai bermasalah itu sampai akhir bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Restruktutisasi ini dilakukan demi menyehatkan kondisi perusahaan yang selama ini sudah rugi besar. Bahkan setiap kali terbang, MAS mengalami kerugian hingga US$ 2 juta (Rp 20 miliar) karena sepi penumpang.
(ang/hds)











































