Di Garuda Gajinya Turun Rp 420 Juta, Emirsyah: Saya Cari Tantangan

Di Garuda Gajinya Turun Rp 420 Juta, Emirsyah: Saya Cari Tantangan

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2014 15:28 WIB
Di Garuda Gajinya Turun Rp 420 Juta, Emirsyah: Saya Cari Tantangan
Jakarta -

Sejak 2005 lalu, Emirsyah Satar menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), sebelum menjadi Dirut, Emir menjabat sebagai Direktur Keuangan di maskapai BUMN tersebut. Gaji Emir saat bekerja di Garuda turun drastis ketimbang gajinya saat menjadi Wakil Direktur Utama Bank Danamon.

Gaji Emir saat menjadi Wadirut Bank Danamon adalah Rp 500 juta per bulan, sementara saat menjadi Dirut Garuda, gaji Emir turun drastis menjadi Rp 80 juta per bulan.

Emir mengatakan, di 2005 Garuda tak lagi menjadi pilihan utama sektor penerbangan. Banyak orang yang pesimistis Garuda tidak akan bisa bangkit. Bahkan banyak yang mencemoohnya, Garuda sudah menjadi bebek yang siap diterkam burung elang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru saya anggap ini menjadi tantangan. Dan kesungguhan ini membawa kami menjadi besar. Garuda satu-satunya maskapai Indonesia yang bisa terbang ke Eropa, Amerika Serikat, Australia. Cuma Garuda satu-satunya maskapai Indonesia yang punya lisensi itu. Itu satu prestasi yang membanggakan saya," kata Emir dalam peluncuran buku 'Transformasi Garuda: From One Dollar to Billion Dollars Company' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Ia menambahkan, dipilihnya Garuda yang bergerak di bisnis penerbangan pun bukan tanpa alasan. "Pada saat itu dalam industri penerbangan hanya ada beberapa perusahaan. Jadi menurut saya tidak banyak persaingan," kata dia.

Keputusan Emir menjadi Dirut Garuda dipilih untuk mencapai satu prestasi tersendiri dalam hidupnya.

"Naif memang kalau waktu itu saya bilang hanya karena ingin mengabdi. Tapi memang saat itu, itu yang saya rasakan. Selain itu, sebagai manusia saya juga ingin memperoleh sebuah capaian, ini tantangan untuk saya," kata Emir.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads