"Industri penerbangan sangat berat. Terutama menjelang pemberlakuan ASEAN Open Sky Policy 2015 dan juga belum siapnya industri strategis aviasi nasional dalam mendukung bisnis penerbangan," papar Ketua Umum INACA Arif Wibowo di Jakarta, Jumat (8/9/2014).
Sejauh ini, lanjut Arif, pihaknya belum melihat keseriusan pemerintah terhadap industri penerbangan nasional. Padahal sebagai negara kepulauan, industri penerbangan merupakan industri strategis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, di dalam proses transisi pergantian pemerintahan ini, pihaknya meminta keseriusan dengan adanya kebijakan yang lebih berpihak bagi bisnis airlines.
"Dengan adanya kebijakan yang lebih berpihak bagi pelaku usaha bagi bisnis airlines maka akan meningkatkan daya saing penerbangan nasional dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015 sehingga mendorong tumbuhnya industri strategis di sektor penerbangan," ungkapnya.
(edo/hds)











































