"Adanya audit dari bea cukai membuat anggota kami menjadi resah. Prosesnya yang lambat memberatkan kita operasional finansial sehingga berdampak terhadap industri penerbangan," kata Ketua Umum Inaca, Arif Wibowo dalam konfrensi pers di Gedung White Sky Aviation, Jakarta, Jumat (5/9/2014).
Ia mengatakan dukungan penuh pemerintah terhadap industri penerbangan sangat diperlukan. Industri penerbangan saat ini sudah menanggung beban yang cukup berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga telah melakukan mengajukan permohonan bebas bea masuk untuk 300 jenis komponen pesawat. "Namun realisasinya hanya 27 komponen. Setelah itu melanjutkan ke Kementerian Perindustrian dan dari 27 jenis itu yang disetujui hanya empat," tutur Arif.
Pengurus Inaca Kapten Dharmadi menambahkan, tujuan pembebasan bea masuk ini agar industri penerbangan nasional dapat bersaing dalam ASEAN Open Sky Policy 2015. Pasalnya industri penerbangan nasional memiliki belum mampu bersaing dengan negara-negara tetangga.
"Dalam persaingan penerbangan ke depan, kita akan menghadapi rute strategis seperti Jakarta-Bangkok, Jakarta-Kuala Lumpur. Dengan komponen pesawat yang dibebani 7% membuat margin kita makin kecil dengan itu saja kita sudah kalah," kata Dharmadi.
(edo/hds)











































