Bentoel Minta 1.000 Pegawai Resign Demi Genjot Efisiensi

Bentoel Minta 1.000 Pegawai Resign Demi Genjot Efisiensi

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2014 10:48 WIB
Bentoel Minta 1.000 Pegawai Resign Demi Genjot Efisiensi
Jakarta -

Industri rokok dalam negeri masih 'sakit'. Sudah banyak pegawai pabrik rokok yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa perusahaan nasional.

Kabar terbaru adalah PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) berniat merumahkan seribuan pegawai. Para pegawai Bentoel ditawari untuk mengundurkan diri tanpa paksaan.

Tentunya ada kompensasi bagi para pegawai yang ingin berhenti bekerja. Berikut ini selengkapnya, seperti dirangkum detikFinance, Rabu (10/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1.000 Pegawai dari Total 8.000

Bentoel berencana merumahkan sekitar 1.000 karyawan dari total 8.000 karyawan yang ada saat ini. Pemutusan hubungan kerja (PHK) ini dilakukan demi efisiensi perusahaan.

Shaiful menampik jika program ini merupakan PHK namun pengunduran diri secara sukarela.

"Kami tawarkan 1.000 pegawai untuk mengundurkan diri secara sukarela, jadi bukan PHK," katanya.

Ia mengatakan, karyawan yang ditawari untuk mengundurkan diri itu merupakan karyawan tetap yang bekerja di 11 pabrik Bentoel. Pabrik tersebut merupakan produsen sigaret kretek mesin.

"Yang kami tawari ini pegawai tetap, bukan buruh harian. Program ini bukan PHK atau pensiun dini, ini sukarela boleh menerima atau tidak menerima," ujarnya.

Demi Efisiensi

Program ini dilakukan dalam rangka efisiensi. Namun produksi rokok perseroan tidak akan berkurang tahun ini dan tetap sesuai target.

"Kita belum bisa memberikan angka efisiensi, tapi yang pasti dari segi operasional lebih efisien," ujarnya.

Saat ini total pegawai Bentoel ada 8.000 orang. Emiten berkode RMBA ini tidak menargetkan jumlah karyawan yang akan mengajukan pengunduran diri sukarela.

"Berapa pun jumlahnya nanti kami terima," tambahnya.

Pegawai Diberi Waktu Sampai Rabu Sore

Para pegawai tetap Bentoel diberi waktu sampai besok Rabu sore untuk menentukan pilihan.

"Ini sukarela. Boleh menerima, boleh tidak. Kita beri waktu sampai besok (Rabu) sore. Jumlahnya akan kami umumkan paling cepat Kamis pagi," katanya.

Ia mengatakan, jumlah pesangon yang akan diterima pegawai yang menerima tawaran pengunduran diri sukarela itu berbeda-beda, tergantung masa kerja di Bentoel.

"Jumlahnya tergantung tahun bekerja, atau lamanya masa bekerja. Tapi kita bisa pastikan jumlahnya lebih besar dari yang tercantum di Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja," katanya.

Karyawan yang ditawari untuk mengundurkan diri itu merupakan karyawan tetap yang bekerja di 11 pabrik Bentoel. Pabrik tersebut merupakan produsen sigaret kretek mesin.

Selain Pesangon, Pegawai Dapat Pelatihan

Selain dapat pesangon, Bentoel juga akan memberikan pelatihan pengelolaan keuangan bagi pegawai yang memutuskan untuk mundur. Menurutnya, pelatihan itu diberikan supaya mantan pegawainya nanti bisa mengurus keuangan dengan baik.

"Nanti kan dapat uangnya banyak, kami ingin uangnya bisa bermanfaat dan dikelola dengan baik. Kan kasihan juga kalau uangnya langsung habis," imbuhnya.

Dengan berkurangnya jumlah pegawai, ia berharap akan terjadi efisiensi di tubuh emiten berkode RMBA itu, terutama dalam jangka panjang.

Setop Produksi di 8 Pabrik

Setelah pegawai dikurangi, Bentoel akan menyetop produksi 8 pabrik dari total 11 pabrik milik perusahaan. Jadi hanya tiga pabrik saja yang akan beroperasi.

"Sekarang ini kita ada 11 (pabrik), nanti hanya beroperasi tiga saja," kata Shaiful.

Sebanyak 11 pabrik yang dimaksud adalah PT Bentoel, PT Lestari, PT Subur Aman, PT Tresno, PT Bintang Bola Dunia, PT Amiseta, PT Bintang Pesona Jagat, PT Bintang Jagat Sejati, PT Java Tobacco, dan PT Bentoel International Investama.

Meski nanti hanya tiga pabrik saja yang beroperasi, Shaiful memastikan produksi rokok Bentoel tahun ini tidak akan berkurang. Produksi tiga pabrik tersebut akan dioptimalkan.

"Produksi tahun ini tidak akan berkurang karena rencana ini. Dari tiga pabrik ini masuk cukup untuk mengejar produksi," jelasnya.
Halaman 2 dari 6
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads