Indonesia Ketiban Durian Runtuh dari ASEAN Open Sky

Indonesia Ketiban Durian Runtuh dari ASEAN Open Sky

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2014 12:54 WIB
Indonesia Ketiban Durian Runtuh dari ASEAN Open Sky
Jakarta - Kebijakan ASEAN Open Sky atau liberalisasi angkutan udara di wilayah Asia Tenggara bakal dimulai Desember 2015. Maskapai-maskapai negara Asia Tenggara saling berlomba-lomba terbang ke 10 negara ASEAN.

Akibatnya muncul persaingan ekstra antar maskapai. Berbeda dengan maskapai yang cemas, operator bandara justru bisa memperoleh 'durian runtuh" alias berkah dari kebijakan ASEAN Open Sky. Jumlah frekuensi pesawat dan penumpang justru meningkat tajam akibatnya penerimaan tarif pun ikutan terkerek naik.

"Kalau ASEAN Open Sky lebih kepada airlines dampaknya kalau kepada bandara tidak terlalu berdampak justru kita ada peningkatan frekuensi penumpang dan pesawat," kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero) Daryanto kepada detikFinance, Rabu (10/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angkasa Pura II sendiri, bandaranya akan berpatisipasi di dalam penyelenggaraan ASEAN Open Sky pada Desember 2015 nanti. Bandara di bawah Angkasa Pura II yang masuk di dalam jaringan ASEAN Open Sky adalah Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Kualanamu.

Akibat adanya kenaikan frekuensi penerbangan dan penumpang, maka Angkasa Pura II sudah bersiap-siap. Salah satunya adalah meningkatkan kapasitas terminal dan runway pada bandara super sibuk di Cengkareng.

"Bandara telah mengantisipasi pergerakan pesawat dan penumpang. Kita sedang tingkatkan kapasitas dengan pembangunan terminal 3 (unlimited). Dia bisa operasi akhir 2015. Sama peningkatan kapasitas runway," sebutnya.

Meski ada ASEAN Open Sky, operator bandara tidak serta merta bisa melakukan penyesuaian tarif secara bebas. Angkasa Pura II tetap harus meminta restu regulator.
"Tarif itu kebijakan regulator," jelasnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads