Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (10/9/2014).
"Penambahan 100 pesawat saja dalam satu tahun dikali 8 orang (perhitungan pilot untuk 1 pesawat) sudah 800 pilot. 800 pilot itu yang siap terbang ya," kata Arif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kebutuhan relatif banyak namun sekolah pilot, inspektor pilot, alat simulator hingga jumlah instruktur pilot tidak cukup mencetak pilot baru yang diperlukan pasar.
"Jadi yang perlu diwaspadai bukan hanya masalah sekolah saja. Pilot itu kan butuh sarananya, sarana itu mulai dari simulator, sekolah. Yang kedua, instruktur karena instruktur untuk pilot juga terbatas," katanya.
Maskapai RI juga harus mewaspadai berpindahnya pilot-pilot ke negara tetangga. Pasalnya jenis pesawat yang dipakai maskapai RI dan negara Asia tenggara relatif serupa. Jika ini tidak didukung oleh pencetakan pilot baru maka akan muncul kerentanan terhadap maskapai RI.
"Jadi itu yang harus diselesaikan karena pilot itu sangat kritikal," katanya.
(feb/ang)











































